Home Opini Lingkungan Hidup dan Pelestariannya

Lingkungan Hidup dan Pelestariannya

99
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Setiap tanggal 5 Juni kita memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Hal ini ditetapkan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1972. Secara tegas disebutkan bahwa lingkungan hidup adalah sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik.

Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang antar makhluk hidup dan komponen abiotik lainnya, interaksi antar lingkungan alamiah dan sekitarnya dan membentuk sistem ekologi atau ekosistem.

Lingkungan hidup sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan makhluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya. Maka sebagai manusia kita mempunyai kewajiban untuk melestarikan alam dan lingkungan hidup tempat tinggal, agar tetap nyaman dihuni.

Prinsipnya adalah mengingatkan dan mengajak manusia untuk meningkatkan kesadaran global dalam mengambil tindakan terhadap lingkungan secara positif bagi perlindungan alam dan planet bumi ini. Sedang di sisi lain ditetapkannya Hari Lingkungan Hidup se-Dunia mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai kondisi lingkungan. Dengan demikian diharapkan semua lapisan masyarakat mampu mengambil atau mencetuskan tindakan positif demi melindungi lingkungan alam sekitar, dan bumi sebagai planet yang dihuni.

Sejarah telah membuktikan, dan tentu saja termasuk negara kita, Indonesia, menyadari sepenuhnya bahwa pada akhir-akhir ini lingkungan alam banyak mengalami kerusakan bahkan kehancuran. Kerusakan lingkungan pada dasarnya disebabkan oleh dua faktor utama, yakni faktor alam itu sendiri, seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, abrasi, angin puting beliun, maupun tsunami dan faktor manusia. Bahkan disadari bahwa rusaknya lingkungan hidup berdampak pada munculnya berbagai jenis penyakit bagi kehidupan manusia.

Payung Hukum

Dengan menyadari adanya kerusakan lingkungan hidup yang dapat menghancurkan habitat manusia, pemerintah kemudian melakukan upaya untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup, terutama yang dilakukan oleh manusia, misalnya dengan mengeluarkan Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) Nomor 4 Tahun 1982, yang merupakan payung hukum (Umbrella Act).

Di dalamnya memuat asas dan prinsip pokok bagi pengelolaan lingkungan hidup sehingga berfungsi sebagai perlindungan lingkungan hidup dan penyesuaian peraturan perundang-undangan yang telah ada (Koesnadi Hardjasoemantri).

Di samping itu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009, pasal 1 ayat (2) menegaskan adanya upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Secara tegas disebutkan bahwa tujuan pembangunan bangsa ini di samping membentuk manusia Indonesia seutuhnya juga mengatasi dan menjaga agar sumber daya alam dan lingkungan hidup tetap lestari.

Untuk itu kita wajib melakukan hal-hal berikut ini: menjaga agar tidak merusak lingkungan hidup, memelihara dan mengembangkan agar sumber daya alam tetap tersedi,daya guna dan hasil guna harus dilihat dalam batas-batas yang optimal, tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber daya alam, dan memilih penggunaan sumber daya alam, untuk persiapan di masa depan.

Untuk itulah maka selanjutnya ada juga beberapa hal yang dapat diwujudkan secara nyata, yakni : pertama, melakukan rehabilitasi lahan kritis; yang dapat dilakukan dengan pengelolaan dan pengolahan tanah, sistem irigasi, pola tanam, pemberantasan hama dan gulma, dan jangan sampai melakukan pencemaran air.

Untuk daerah yang rawan erosi terutama di daerah bantaran sungai, lereng pegunungan, dapat dilakukan dengan cara penananam terasering, tanaman penguat, dan pola tanam dari lahan terbuka ke lahan model kontur.

Kedua, mencegah pencemaran air. Hal ini dapat dilakukan dengan melindungi tata air dengan cara rehabilitasi hutan lindung, pencegahan kerusakan hutan, perluasan hutan, mencegah erosi untuk daerah yang curah hujannya tinggi, pengawetan tanah.

Melindungi sungai dari pencemaran limbah buangan rumah tangga dan industri. Juga membuat peresapan air hujan untuk daerah padat pemukiman, mengawasi sistem pembuangan limbah ke laut, sistem penangkapan ikan jangan menggunakan racun serta perlindungan karang laut seperti di daerah pantai utara laut Jawa.

Untuk itu semua, marilah kita bersama-sama memikirkan masa depan bangsa ini menjadi bangsa yang benar-benar makmur dalam segalanya. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here