Home News Lima Museum Pusat Dinas Sejarah AD Dibersihkan dan Disemprot Disinfektan

Lima Museum Pusat Dinas Sejarah AD Dibersihkan dan Disemprot Disinfektan

573
0
Petugas dari CV Anugerah Abadi melakukan penyemprotan disinfektan di Museum Dharma Wiratama TNI AD di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Kamis (19/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Sejak Senin (16/3/2020) lalu, lima museum di bawah naungan Badan Pelaksana Museum dan Munumen Pusat Dinas Sejarah Angkatan Darat (Balakmusmonpus Disjarahad) ditutup untuk umum hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona, sebagaimana diperintahkan dan diimbau oleh pemerintah pusat.

Dan selama ditutup, museum-museum tersebut dibersihkan dan disemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Corona maupun sumber-sumber penyakit-penyakit lainnya.

Penyemprotan di Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman di Bintaran Yogyakarta, Kamis (19/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Kami dapat perintah agar mulai 16 Maret 2020 semua museum di bawah naungan Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat, Dinas Sejarah Angkatan Darat untuk ditutup dan dilakukan pembersihan dan penyemprotan. Dan kami melaksanakan perintah itu dengan melakukan penyemprotan mulai di dua titik hari ini yakni di Museum Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta dan Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman di Bintaran Yogyakarta,” kata Kolonel Arm Hery Purwanto S.IP, Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat, Dinas Sejarah Angkatan Darat kepada wartawan usai melakukan penyemprotan di Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Kamis (19/3/2020) pagi.

Penyemprotan di salah satu kamar Museum Pangsar Jenderal Sudirman di Bintaran Yogyakarta, Kamis (19/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Lima museum di bawah naungan Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Dinas Sejarah Angkatan Darat adalah Museum Dharma Wiratama di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman Bintaran Yogyakarta, Museum Jenderal AH Nasution di Menteng Jakarta Pusat, Museum Jenderal A Yani di Jalan Lembang Jakarta Pusat dan Museum/Monumen Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor.

Dikatakan, selama ditutup museum-museum tersebut dibersihkan dan koleksi-koleksi museum dirawat, meski hal itu juga sudah dilakukan secara rutin setiap hari. Penyemprotan disinfektan di kedua museum tersebut, Kamis (19/3/2020), dilakukan petugas dari CV Anugerah Abadi yang selama ini dipercaya berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta, melakukan penyemprotan. Seluruh ruang dan sudut-sudut museum disemprot untu membunuh virus atau sumber-sumber penyakit lainnya.

Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat, Dinas Sejarah Angkatan Darat Kolonel Arm Hery Purwanto S.IP, (kedua dari kanan) saat memberi keterangan kepad wartawan di halaman Museum Dharma Wiratama TNI AD Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Kamis (19/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Kami fokus pada penyemprotan disinfektan dan pembersihan sanitasi. Dan sekitar 80 persen rumah sakit yang ada di DIY menggnakan jasa kami,” kata Deni, salah satu petugas dari CV Anugerah Abadi, kepada Bernasnews.com di Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman Bintaran, Yogyakarta.

Menurut Kol Herry Purwanto, penutupan museum dilakukan sesuai perintah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Apalagi penyebaran virus tersebut sangat cepat. Ketika ditanya sampai kapan penutupan dilakukan, Kol Herry mengaku sampai ada perintah lebih lanjut. Memang rencanana selama dua minggu, namun kami menunggu perintah untuk dibuka kembali,” kata Kol Herry Purwanto.

Dengan ditutupnya museum tersebut sejak 16 Maret 2020, maka kegiatan Ojo Lali Sarapan (OLS) yang biasa dilakukan setiap hari Jumat, juga ditidakan. “Karena museum ditutup maka otomatis kegiatan OLS juga ditutup. Namun, bila museum dibuka lagi maka kegiatan OLS juga akan dilakukan seperti biasa,” kata Kol Herry Purwanto yang didampingi Kapten Caj Yanti Murdiani, Kepala Museum Dharma Wiratama Yogyakarta.

Selama museum ditutup, karyawan tetap bekerja seperti biasa di ruang kerja masing-masing tanpa ada kegiatan bersama, seperti rapat atau kegiatan bersama lainnya. Namun, para karyawan diberi kelonggaran untuk bekerja tapi tidak kerja bersama-sama. “Tetap diadakan apel tapi hanya untuk pengecekan,” kata Kol Herry Purwanto. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here