Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsLibur Lebaran 2022, Diperkirakan Wisatawan ke Jogja Akan Membludak

Libur Lebaran 2022, Diperkirakan Wisatawan ke Jogja Akan Membludak

bernasnews.com – Hari Idul Fitri yang juga identik dengan hari untuk mudik bersama bisa dikatakan tinggal menghitung hari, regulasi kemudahan melakukan perjalanan selama pandemi dan ketentuan cuti bersama bagi aparatur sipil negara (ASN) telah diluncurkan oleh pemerintah. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan wisatawan yang hendak berkunjung ke Jogja, baik dari pemudik itu sendiri maupun wisatawan yang hanya sekadar berlibur.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, SE, MM mengatakan, bahwa menurut informasi pandemi Covid-19 untuk DIY telah turun menjadi Level 2. Hal itu bukan karena tingginya kasus positif namun karena rendahnya angka tracing.

“Dan sudah mulai banyak tempat tidur pasien Covid di rumah sakit yang dikovert menjadi tempat tidur untuk pasien Non Covid,” ungkap Wahyu, saat menerima Jajaran Manajemen bernasnews.com, Rabu (20/4/2022), di Kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Dikatakan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta merupakan salah satu OPD dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang ditugaskan khusus untuk melakukan pengelolaan di bidang pariwisata Kota Yogyakarta. “Tetapi mayoritas pengelolaan kami sebenarnya ada di sektor promosi, kita promosi tentang peluang-peluang dan potensi wisata,” ujar Wahyu.

Jajaran manajemen bernasnews.com yang lakukan audiensi diantaranya adalah, Pemimpin Umum Philipus Jehamun, Pemimpin Redaksi YB. Margantoro, Manajer Iklan Nuning Harginingsih, dan Divisi Bisnis Alih Media Grup Fanny. Alih Media Grup merupakan holding yang mengelola beberapa media online, salah satunya bernasnews.com juga koran cetak berkala Media Komunitas Nagari.

Dalam kesempatan tersebut, Pemimpin Umum bernasnews.com Philipus Jehamun menjelaskan, bahwa sejak perubahan media cetak menjadi media online dari segi kecepatan penyampaian berita lebih efektif.

“Kalau media cetak peristiwa hari ini baru tersajikan keesok harinya. Meskipun media online namun kami tidak ikut-ikutan seperti yang lain melainkan tetap mengacu pada media mainstream,” terang Philipus, yang telah puluhan tahun berkarir sebagai wartawan di Harian Bernas.

Menurut dia, pemberitaan klitih yang sebenarnya merupakan perbuatan kriminal yang dilakukan oleh oknum anak remaja sangat mencoreng Kota Yogyakarta. “Klitih sendiri adalah kata Jawa yang maknanya cukup bagus, iseng keluar malam untuk ngangkring atau sekadar cari udara. Sedangkan criminal yang dilakukan oleh oknum remaja di kota-kota lain pun sama,” ujar Philipus.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi bernasnews.com YB. Margantoro menambahkan, bahwa kepentingan promosi pariwisata sebenarnya tidak jauh dari kegiatan literasi hanya saja dengan kemasan pariwisata. “Selain mengelola media online dan cetak Nagari, kami juga mengelola lembaga pelatihan jurnalistik Bernasnews Digital Academy,” jelas dia

Pihaknya juga menyampaikan sebuah gagasan untuk selenggarakan giat literasi bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, dikemas sebagai Corporat Social Responsibility (CSR), dengan menggandeng komunitas ataupun para pelajar agar bisa menulis tentang pariwisata Kota Yogyakarta.

“Beberapa media cetak di Yogyakarta, juga ada rubrik yang mengakomodir tulisan-tulisan dari warga masyarakat. Hal ini tentunya akan memberikan poin positif bagi pariwisata Jogja,” pungkas wartawan senior, yang juga telah menerbitkan banyak buku tentang jurnalistik itu. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments