Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeLewat Tulisan, Hariadi Saptono Menghadirkan Harapan dan Nilai-nilai Kemanusiaan

Lewat Tulisan, Hariadi Saptono Menghadirkan Harapan dan Nilai-nilai Kemanusiaan


bernasnews.com – Nama almarhum Gregorius Hariadi Saptono, mantan wartawan Harian Kompas, akan selalu dikenang. Meski secara fisik ia sudah tiada, namun namanya akan selalu dikenang melalui hasil karya jurnalistiknya selama menjadi wartawan.

Tulisan Hariadi Saptono dengan inisial hrd di Harian Kompas menghadirkan harapan, nilai-nilai kemanusiaan dan kedalaman hidup. Melalui tulisannya, Hariadi Saptono membuat sesuatu yang “semrawut” menjadi tertata dan indah. Sesuatu yang dianggap biasa oleh masyarakat umum menjadi sangat berharga oleh Hariadi Saptono dalam tulisannya.

Demikian kesan Romo Banar, Dosen USD, dalam kotbahnya pada misa requiem melepas kepergian Hariadi Saptono untuk selamanya di PUKJ Sonosewu, Kasihan, Bantul, Kamis 5 Mei 2022 siang. Misa diikuti ratusan umat dan pelayat, terutama seniman, wartawan dan handai taulan yang mengenal dekat dengan Hariadi Saptono selama hidupnya.

Menurut Romo Banar, sebelum menjadi wartawan Harian Kompas, Hariadi Saptono menjadi guru SMA St Angela di Bogor. Saat menjadi guru, ia dikenal baik oleh murid-muridnya yang semuanya wanita. Meski sebagai guru yang masih muda, ia dikenal sangat menghargai wanita dan mampu menjaga jarak.

“Ada seseorang yang mengirim WA kepada saya dan mengaku mantan muridnya mas Hariadi di SMA St Angela bilang bahwa Hariadi Saptono adalah seorang guru muda yang cerdas dan mampu menjaga jarak dengan wanita yang cantik-cantiik. Ia tidak pernah neko-neko,” kata Romo Banar dalam kotbahnya.

Dikatakan, Hariadi Saptono menjalankan profesi wartawan dengan penuh dedikasi dengan tulisan-tulisannya yang memiliki kedalaman makna. Ia memiliki jiwa seni sehingga tulisan-tulisannya memiliki nilai seni yang tinggi dan penuh makna.

“Itulah ciri khas wartawan zaman dulu,” kata Romo Banar.

Misa requiem jenasah Hariadi Saptono sangat khusuk dihadiri ratusan pelayat. Para pelayat datang silih berganti memenuhi 2 ruangan PUKJ yang luas itu, sebagian lagi memenuhi halaman depan ruang jenasah.

Banyaknya umat dan pelayat yang hadir menunjukkan luasnya pergaulan dan banyak relasi Hariadi Saptono. Bisa jadi di antara relasi itu lahir karena tergugah atau tertarik dengan tulisan Hariadi Saptono, meski tidak pernah kenal atau bertemu secara fisik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hariadi Saptono, mantan wartawan Harian Kompas meninggal di RS Panti Rapih pada Rabu 4 Mei 2022 pukul 15.36 WIB. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments