Home Ekonomi Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Promosikan Sajadah Khas Indonesia

Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Promosikan Sajadah Khas Indonesia

21
0
Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (tengah) didampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs Suwarsono Mohammad (kiri) memotong buntal tanda dibukanya pameran sajadah di Auditorium Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Kamis (13/2/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada mempromosikan sajadah bercorak desain ala Indonesia melalui pameran yang berlangsung di Auditorium Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro, mulai 13 Februari sampai 20 Maret 2020.

Dalam pameran yang dibuka oleh Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD didampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs Suwarsono Muhammad itu, ditampilkan 94 karya sajadah bersama 4 disain sajadah hasil karya pemenang lomba disain yang diadakan Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada.

Direktur Eksekutif Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Hadza Min Fadhli Robby SIP MSc dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com melalui Humas Rektorat UII, Kamis (13/2/2020), mengatakan, Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Yayasan Badan Wakaf UII mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyadari urgensi pemberdayaan industri sajadah lokal dengan memproduksi sajadah yang bercorak desain ala Indonesia.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (tengah) didampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs Suwarsono Mohammad (kiri) bertepuk tangan mengapresiasi pameran sajadah di Auditorium Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Kamis (13/2/2020). Foto : Istimewa

Dan untuk menemukan sajadah yang bercorak desain ala Indonesia, Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada telah mengadakan sayembara desain yang mengumpulkan kurang lebih 233 karya dari peserta lintas-usia dan lintas-profesi.

Dengan melibatkan lima juri yang kompeten, yakni Dr Suwarno Wisetrotomo (Dosen Pascasarjana ISI Yogyakarta), Nasirun (Seniman Yogyakarta), Nita Azhar (Desainer), Dr Arif Budi Solihah (Dosen Arsitektur FTSP UII) dan Dr Siti Anisah (Dosen FH UII dan PYBW UII), terpilih 4 karya yang menjadi pemenang dalam sayembara desain sajadah imaji Indonesia.

Bersama 4 karya pemenang tersebut, ada pula 94 karya yang dipamerkan di Auditorium Yayasan Badan Wakaf UII mulai 13 Februari sampai 20 Maret 2020. Pemberian hadiah akan dilakukan pada 20 Maret 2020 bersamaan dengan acara penutupan pameran.

Sejumlah ibu melihat pameran sajadah di Auditorium Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Kamis (13/2/2020). Foto : Istimewa

Menurut Hadza Min Fadhli Robby, sajadah merupakan sarana yang sering digunakan oleh umat Islam di Indonesia untuk beribadah. Namun, kebanyakan sajadah yang digunakan Indonesia merupakan produk impor.

Berdasarkan data BPS tahun 2018 yang dikutip CNBCIndonesia.com pada 11 Februari 2020, kata Fadhli Robby, sebagian besar sajadah yang diimpor berasal dari negara-negara seperti Cina, Saudi Arabia, Turki, Maroko, Uni Emirat Arab dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Selain itu, data yang sama juga menyebutkan bahwa pada tahun 2018, nilai impor sajadah non katun mencapai total 1,881 juta dolar AS atau sekitar Rp 26 miliar dengan volume 893,3 ton. Jumlah impor ini merupakan yang tertinggi dan berasal hanya dari satu negara pengimpor yakni Cina.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (tengah) dan Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf UII Suwarsono Mohammad (kiri). Foto : Istimewa

Menurut Fadhli Robby, fakta ini tentunya perlu menjadi pengingat bagi semua pihak, karena Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas untuk memproduksi sajadah secara domestik.

Selain masalah kapasitas produksi, Indonesia juga memiliki ciri khas desain tersendiri yang sebenarnya dapat diadopsi sebagai pilihan alternatif dari sajadah-sajadah impor yang biasanya memiliki corak desain khas Timur Tengah. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here