Home Opini Lebaran 1442 H Bersama si Covid-19 dan Variannya

Lebaran 1442 H Bersama si Covid-19 dan Variannya

312
0
Razaini Taher, jurnalis. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Alhamdulillah lebaran sudah datang lagi. Saatnya bersilaturahmi kepada sanak dan saudara. Tapi silaturahmi masa pandemi tentu berbeda dengan saat bukan pandemi ya.

Sebaiknya silaturahmi dilakukan secara daring saja. Bisa melalui chat wa, sms atau bertelepon-an secara langsung. Bisa juga melalui zoometing atau googlmeet jika ingin sekaligus dengan keluarga. Jika melalui zoometing atau googlmeet persiapkan beberapa hari sebelumnya. Minimal satu hari sebelumnya.

Waktu yang pas antara jam 09.00-12.00 waktu setempat, atau pukul 14.00-16.00, atau malam sekalian. Antara 20.00-22.00. Jangan terlalu pagi atau terlalu malam. Ingat orang juga memiliki waktu untuk sendiri atau dengan keluarga.

Jika melalui chat, cukup dengan ucapan saja. Atau kalau menggunakan picture, pilih yang resolusinya rendah. Agar tidak menyedot kuota. Baik kuota kita saat mengunggah Maupun kuota penerima saat menerima. Usahakan jangan menggunakan format video. Bayangkan kalau kita mengirim dan menerima, misalnya 100 ucapan. Berapa kuota yang tersedot. Masa pandemi adalah masa prihatin. Usahakan se-efisien mungkin.

Bagaimana jika hendak bertamu langsung? Boleh juga. Pastikan kita sehat dan orang yang akan kita kunjungi juga demikian. Sebaiknya beritahu dulu. Apakah menerima tamu atau tidak. Kalau tidak menerima tamu kita jangan kecewa. Langsung saja ucapkan salam silaturahmi. Kita harus mahfum. Barangkali di rumahnya ada orangtua. Atau anak kecil yang memerlukan penjagaan dan perawatan ekstra. Atau barangkali ada yang sakit. Jangan mengungkapkan rasa kecewa atau tidak percaya. Maklumi saja. Mari kita saling menjaga ya

Bagaimana kalau menerima tamu? Nah tetap jalankan protokol covid-19. Memakai pakaian yang bersih. Jangan pergi berombongan. Suami-isteri, anak-menantu, dan lain-lain. Batasi jumlahnya. Usahakan tidak bersalaman. Cukup memberikan isyarat salam saja. Mengatupkan ke dua telapak tangan, mengangguk dan dan tersenyum.

Jangan menggendong anak kecil atau bayi. Jangan juga memeluk karena sayang atau gemes. Kasihani mereka. Jaga mereka. Dengan demikian kita juga menjaga diri kita sendiri. Juga jangan mendekat kepada orangtua yang sudah sepuh. Mengertilah kita, bahwa orangtua sangat rentan sekali. Menghormati mereka cukup dengan menjaga jarak.

Jika ditawarkan makan dan minum, tolak dengan halus, jika memungkinkan. Jika tidak mungkin makan dan minum sekadarnya saja. Kita yang kedatangan tamu juga jangan tersinggung jika ada tamu yang menolak dengan halus suguhan kita. Mari kita saling menjaga, ya.

Hindari memberikan uang THR kepada anak-anak. Apalagi orang tua. Karena kita tidak tau uang yang kita berikan itu asalnya darimana saja. Sudah menyentuh siapa saja. Sebaliknya kita yang punya anak-anak juga diingatkan untuk tidak meminta THR kepada sanak saudara yang datang. Mari kita jaga anak-anak kita bersama.

Sepulang bertamu atau menerima tamu, ganti pakaian. Bersihkan badan. Cuci tangan dan muka. Agak repot memang. Tapi situasi membuat kita harus demikian. Selamat Lebaran di masa pandemi. Saling jaga dan saling tenggang rasa, ya.

Kita harus siap hidup berdampingan dan menyesuaikan diri dengan covid-19 ini (Presiden Jokowi, 2019). (Razaini Taher, jurnalis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here