Home Seni Budaya Latihan Menari di Masa Pandemi

Latihan Menari di Masa Pandemi

213
0
Tari Klasik Golek Ayun Ayun oleh penari dari sanggar Hokya Traditional Dance Yogyakarta, ketika mengisi disebuah event Job Fair beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19 tidak menyurutkan nyali dalam berkiprah untuk tetap melestarikan seni tari, baik berupa Tari Klasik, Tari Kreasi dan Tari Kerakayatan. Adalah Muhammad Habib Wicaksono selaku Ketua Hokya Traditional Dance, dalam rangka menyambut era New Normal, tanggal 1 – 31 Juli 2020, membuka kembali pendaftaran bagi yang ingin menyalurkan hobi dan bakatnya dalam menari.

Tari Jaranan saat ikut sebagai penari bagian dari wakil Kota Yogyakarta dalam sebuah festival. (Foto: Dok. Pribadi)

“Kelas tari Hokya Taraditional Dance terbuka untuk kelas Paud, TK, SD, SMP, SMA/ SMK dan UMUM. Untuk jenis tarian terbagi tiga yaitu, tari klasik, tari kreasi dan tari kerayakyatan. Tari klasik gaya Jogja dan Solo, sedangkan tari kreasi dan tari kerayakatan lebih pada tari garapan, seperti jaranan, gedruk, barongan, serta reog kendang ” jelas Habib panggilan akrab Muhammad Habib Wicaksono, Kamis (9/7/2020).

Menurut Habib, dalam rangka menyambut New Normal giat berkesenian khususnya sanggar-sanggar seni tari harus kembali dibuka untuk penerimaan siswa baru agar terjadi penyegaran dan seni tari tetap lestari. “Tentunya dalam latihan atau pembelajaran tetap memakai protokol kesehatan, cuci tangan sebelum masuk sanggar, pakai maskes dan jaga jarak,” ungkapnya.

Tari Angguk saat usai tampil di Panggung Festifal Kesenian Yogyakarta tahun 2019 lalu. (Foto: Dok. Pribadi)

Pria lajang yang masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Seni Tari ini menambahkan, selain tetap berdasar protokol kesehatan dalam melatih siswa menari pun metodanya juga harus diubah. “Hindari atau kurangi kontak phisik dengan siswa. Apabila ingin membetulkan posisi badan, gerak tangan dan kaki, dengan cara berulang-ulang memberikan contoh usai latihan. Jadi guru tari harus semakin jeli ketika mengajarkan tarian,” terang Habib.

Sebagai sanggar tari meski usia dapat dikatakan masilh balita, Hokya Traditional Dance Yogyakarta didirikan oleh Muhammad Habib Wicaksono, pada tanggal 7 November 2016 ini namun prestasi dan kiprah keseniannya telah diakui oleh banyak lembaga dan instasi pemerintahan. Bagi yang ingin bergabung silakan datang langsung di Perumahan Puspa Indah II Blok H-5, Bangunjiwo, Kasihan. Kabupaten Bantul, DIY. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here