Home News Kunjungi SMPN 1 Turi, Mahfud MD Sampaikan Belasungkawa

Kunjungi SMPN 1 Turi, Mahfud MD Sampaikan Belasungkawa

388
0
Mahfud MD didampingi oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam X dan Bupati Sleman, Sri Purnomo. (Foto: Birgitta Feva)

BERNASNEWS.COM — Menkopolhukam Mahfud MD menyambangi SMPN 1 Turi, Sleman didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X dan Bupati Sleman Sri Purnomo. Mahfud mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa siswa SMPN 1 Turi dalam laka air di Sungai Sempor saat kegiatan susur sungai, Jumat (21/2/2020).

“Kepala Sekolah, dewan guru dan orangtua siswa yang meninggal saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya,” kata Mahfud di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020) sore. Mahfud bersyukur beberapa siswa masih selamat. Ia juga mendoakan bagi siswa yang tidak selamat dan yang belum ditemukan 

“Sampai saat ini tercatat 8 anak-anak kita meninggal dunia. Dua belum diketahui. Sebagian besar sekitar 239 orang selamat dan bisa diselamatkan. Yang itu kita syukuri Alhamdulillah untuk yang masih selamat. Yang belum diketemukan mudah-mudahan ditemukan dalam keadaan selamat,” imbuhnya.

Mahfud mengimbau agar ke depan saat mengadakan kegiatan serupa, sekolah ataupun instansi patut memperhatikan keselamatan dan mempersiapkan mitigasi untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.

“Untuk masa-masa selanjutnya dan tempat-tempat lain atau sekolah lain dan lembaga lain, kegiatan seperti ini supaya disiapkan dengan baik, perlu mitigasi untuk mengantisipasi resiko yang muncul secara mendadak,” tegasnya.

Terkait kegiata susur sungai, Mahfud menyarankan jika ada kegiatan susur sungai beberapa hal harus diperhatikan, seperti cuaca dan pakaian. “Misalnya kasus penyusuran sungai besok-besok kalau dilakukan lagi, pertama pelajari keadan cuaca. Kalau cuaca tidak meyakinkan lebih baik tidak berspekulasi. Yang kedua, tata cara berpakaian dan alat yang dibawa. Kalau menyusur sungai mungkin kurang bagus kalau misalnya memakai rok yang sampai panjang karena air bisa mendorong orang ikut dibawa oleh arus tanpa mudah untuk bertahan,” tadasnya.

Ia juga mengatakan atas kejadian ini agar pihak lain tak  takut dan lantas menghentikan kegiatan ekstrakurikuler salah satunya Pramuka. “Kepada seluruh lembaga pendidikan di sleuruh Indonesia belajar dari peristiwa ini, bukan malah takut lalu menghentikan kegiatan ekstrakulikuler seperti ini, apalagi Pramuka. Tidak perlu takut, tidak harus berhenti supaya itu tidak terjadi,” ujarnya. (birgitta feva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here