Home News Kunjungan PP DIY Ke PD Taru Martani: ‘Cerutu Produk Lokal Untuk Pasar...

Kunjungan PP DIY Ke PD Taru Martani: ‘Cerutu Produk Lokal Untuk Pasar Internasional’

216
0
Parampara Praja DIY (PP DIY) saat melihat proses pembuatan cerutu, dlam kunjungannya di PD. Taru Martani, Jumat (21/5/2021). Foto: Kiriman Y. Sri Susilo.

BERNASNEWS.COM — Parampara Praja DIY (PP DIY) mengadakan kunjungan, Jumat, 21 Mei 2021, di Perusahaan Daerah (PD) Taru Martani Yogyakarta. Dari PP DIY hadir GKR Mangkubumi, Prof. Dr. Dr. Sutaryo, Prof. Edy Suandi Hamid, Prof. Amin Abdullah, dan Suyitno, SH, MH. Dalam kunjungan di pabrik cerutu tersebut, Anggota dan  Tenaga Ahli PP DIY didampingi langsung oleh Nur Achmad Affandi selaku Dirut PD Martani.

Sebelum melakukan kunjungan, Anggota PP DIY beserta Tenaga Ahli dan Staf Sekretariat PP DIY menyelenggrakan Syawalan, bertempat di kafe yang berlokasi di halaman PD. Taru Martani. Nur Achmad Affandi menjelaskan sejarah PD Taru Martani yang dibangun pada tahun 1918, dengan nama NV Negresco. Setelah Indonesia merdeka, kepemilikan otomatis beralih pada Keraton Yogyakarta.

“Sri Sultan Hamengku Buwono IX kemudian memindahkan lokasi pabrik itu ke Baciro, pada tanggal 23 September 1972. Nama Taru Martani diresmikan oleh Menteri Ekuin yang kala itu dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Taru Martani yang mempunyai arti daun yang menghidupi,” terang Nur Achmad Affandi.

Dikatakan, saat ini Taru Martani menjadi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda DIY. Taru Martani fokus memproduksi cerutu dengan bahan-bahan yang didatangkan dari tembakau lokal, terutama dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara.

Parampara Praja DIY (PP DIY) mengadakan kunjungan, Jumat, 21 Mei 2021, di Perusahaan Daerah (PD) Taru Martani Yogyakarta. (Foto: Kiriman YSS)

Pasar produk cerutu Taru Martani, jelas Nur, antara lain Amerika Serikat, Swiss dan Jerman. Taru Martani saat ini memproduksi 3 formulasi campuran cerutu yaitu, Natural Cigar (murni tembakau), Flavour Cigar (tembakau dengan saus/aroma Mint, Amareto, Vanilla, Rum dan Hazelnut) dan Mild Cigar (tembakau ringan).

Pada tahun 2021, pabrik cerutu Taru Martani berusia 103 tahun. Dalam sehari PD Taru Martani dapat menghasilkan sekitar 35.000-40.000 batang yang berasal dari tujuh mesin produksi. Selain dengan mesin, lanjut Nur, juga memproduksi cerutu dengan tenaga manusia. Jumlah tenaga kerja sekitar 270 orang dan menghasilkan sekitar 300-500 batang cerutu per hari. “Mereka terbagi dalam beberapa unit kerja, dari proses pemilihan daun tembakau, pengolahan sampai dengan pengepakan cerutu,” katanya.

Sementara itu, Edy Suandi Hamid mengharapkan agar PD Taru Martani terus meningkatkan kinerja usahanya sehingga sumbangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) DIY terus meningkat. “Sehingga PD Taru Martani menjadi model BUMD atau Perusda yang berkinerja baik, sehingga label negatif BUMD yang identik dengan rugi dapat dihindari,” tegas Prof Edy.

Tenaga Ahli PP DIY, Y. Sri Susilo menambahkan, bahwa halaman depan pabrik cukup luas sehingga dapat digunakan untuk start dan fisnish event bersepeda degan peserta sampai dengan 50 orang. “Adanya fasilitas kafe tentu menjadi faktor pendukung utama event bersepeda tersebut. Sehingga PD Taru Martani juga akan semakin dikenal oleh masyarakat, terutama generasi milenial,” imbuh Y. Sri Susilo dalam rilisnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here