Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeEkonomiKunjungan Ketua Umum KADIN Indonesia di Jogja: Optimalkan Potensi UMKM DIY

Kunjungan Ketua Umum KADIN Indonesia di Jogja: Optimalkan Potensi UMKM DIY

bernasnews.com — Ketua Umum KADIN Indonesia M. Arsjad Rasjid PM melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta, Kamis (21/07/20222). Dalam kunjungan tersebut Arsjad bertemu dengan Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi dan pengurus lainnya, serta kepala dinas terkait di lingkungan Pemda DIY dan terakhir beraudiensi dengan Gubernur DIY. Dalam kunjungan tersebut Arsjad juga didampingi sejumlah pengurus KADIN Indonesia.

Seperti diketahui, usaha di DIY mayoritas atau sekitar 99 persen merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama ini UMKM berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan terciptanya nilai tambah dalam Produk Domesti Bruto (PDB). Di sisi lain, UMKM di DIY menghadapi beebagai kendala dalam menjalankan usahanya.

“Kendala tersebut berkaitan dengan permodalan dan pengelolaan keuangan, pemasaran, produksi dan bahan baku, sumber daya mansuai dan tenaga kerja terampil serta kewirausahaan. Masalah dan kendala yang sama juga dihadapi oleh koperasi di DIY,” ungkap Kepala Diskop dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi.

Pernyataan tersebut disampaikan forum diskusi Ketua KADIN DIY dengan Dinas terkait, pengurus KADIN DIY dan pelaku usaha DIY di Kantor Pemda DIY, Komplek Kepatihan Yogyakarta, Kamis (21/07/2022). Forum diskusi tersebut dimoderatori oleh Waketum KADIN DIY Bidang Organisasi dan Keanggotaan Robby Kusumaharta.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid PM dan Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi foto bersama pelaku usaha DIY. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Menanggapi hal tersebut Arsjad mengingatkan penting ekosistem bisnis yang lebih besar membantu ekosistem usaha yang kebih kecil. “Diperlukan juga sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan, dalam membantu dan mengembangkan UMKM,” jelas Ketua KADIN Indonesia. Menurut dia, jika sinergitas tersebut dapat berjalan dengan baik maka pengembangan UMKM akan lebih optimal.

Pernyataan Asryad tersebut didukung oleh Kepala Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan. “Pengembangan UMKM oleh BI juga melibatkan pemangku kepentingan seperti Pemda, Perguruan Tinggi, ISEI dan KADIN,” ungkap Budiharto.

Dikatakan, dengan kolaborasi  dan sinergitas tersebut maka sumberdaya yang digunakan untuk mendukung pengembangan UMKM akan lebih optimal sehingga diharapkan hasilnya juga akan lebih optimal.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Waketum KADIN DIY Bidang UMKM Hermawan Ardianto yang mengatakan, bahwa selama ini KADIN DIY telah berupaya turut memberdayakan UMKM anggota KADIN maupun bukan anggota. “UMKM di DIY tidak hanya membutuhkan pelatihan namun pendampingan. Untuk KADIN DIY perlu berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Pemda DIY,” imbuhnya.

Ketua KADIN Indonesia dalam penutupan forum diskusi itu berharap agar Pemda DIY Bersama KADIN DIY menyusun potensi, masalah, dan peluang bisnis UMKM untuk diserahkan kepada pihaknya. “Selanjutnya dokumen tersebut akan kami bawa dalam Forum B20,” ujar Arsjad.

Sementara itu Komtap Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY Y. Sri Susilo berharap Ketua KADIN Indonesia setidaknya setahun dua kali dapat bertemu dengan pengurus KADIN di daerah. “Agar KADIN Indonesia dapat menampung dan mencari solusi masalah yang dihadapi pelaku usaha,” ujar dia dalam rilis, Jumat (29/7/2022). (*/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments