Home News Kontras Sebut Laporan LBP Ancaman Demokrasi, Denny Siregar: Itu Hak Hukum

Kontras Sebut Laporan LBP Ancaman Demokrasi, Denny Siregar: Itu Hak Hukum

36
0
Pegiat media sosial Denny Siregar; Foto: tangkapan layar YouTubecokrotv

BERNASNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar menilai lucu tuduhan Kontras yang menyebut pejabat yang melaporkan aktivis LSM ke polisi merupakan ancaman demokrasi. Sebab, pejabat yang melapor ke polisi itu menggunakan hak hukumnya sebagai warga negara yang difitnah.

Menurut Denny Siregar, masih mendingan dilaporkan ke polisi, kalau zaman Soeharto aktivis tersebut bisa langsung hilang. “Lucu ya @KontraS ini.. Wong pak LBP gunakan hak hukumnya dgn melapor ke polisi kok dibilang ancaman. Coba jaman Soeharto. Langsung hilang,” cuit Denny Siregar di akun twitternya @Dennysiregar7 yang diunggah pada Senin, 22 November 2021 malam.

Hal itu disampaikan Denny Siregar menanggapi cuitan LSM Kontras di akun twtter @KontraS yang menyebut: PANGGILAN SOLIDARITAS!! Ancaman terhadap aktivis pembela HAM dan lingkungan dari pejabat negara di republik yang katanya menjunjung Demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Bahkan dalam narasi yang dibangun, Kontras menyebut Republik ini makin lucu aja, warganya mengekspresikan diri secara damai justru menjadi korban ketidakadilan. Bahkan Kontras membua tagar: #StopKriminalisasiAktivs HAM dan Lingkungan Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar yang dilayangkan Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Kontras, pejabat negara bekerja untuk siapa, kok begitu gampangnya opung tersinggung oleh ekspresi rakyatnya?

Sementara Ferdinand Hutahaean, pegiat media sosial lainnya, mempertanyakan apakah hanya aktivis LSM yang punya HAM sehingga bebas memfitnah sesukanya? Ferdinand justru meminta LSM aktivis agar berani dan tidak berlindung di balik narasi seolah para aktivis LSM jadi korban.

Padahal, menurut Ferdinand Hutahaean, para aktivis yang dilaporkan itu merupakan pelaka, sementara orang yang difitnah adalah korban.

Memangnya cuma kalian yg punya HAM hingga bebas memfitnah sesukanya? Kalian jgn bikin malu, kalau benar harus berani, tak usah berlindung atau sembunyi dibalik narasi seolah kalian korban. Justru kalian pelaku dan yg kalian fitnah adalah korban. Dasar pengecut..!!,” kata Ferdinand Hutahaean menanggapi cuitan dan narasi yang dibangun Kontras di akun twtternya.

(lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here