Home News Kontes Robot Terbang Indonesia 2021, Tim UNY Raih 2 Prestasi

Kontes Robot Terbang Indonesia 2021, Tim UNY Raih 2 Prestasi

54
0
Tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) foto bersama usai mengikuti Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2021 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi secara daring dan luring, Sabtu (20/11/2021) malam, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali mengukir prestasi di bidang robot dengan diraihnya dua juara sekaligus pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2021 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi secara daring dan luring, Sabtu (20/11/2021) malam, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

KRTI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa, kerjasama tim dan pemikiran kritis dalam mencari inovasi di dunia penerbangan karena kemampuan mahasiswa di era revolusi industri 4.0 menciptakan pesawat terbang tanpa awak yang beragam sesuai dengan fungsi penggunaanya akan berdampak positif kepada perkembangan teknologi pesawat terbang di Indonesia dimasa yang akan datang.

KRTI 2021 berlangsung 15-20 November 2021 dan diikuti 163 tim dari 61 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Robot Az-zawra Biantara UNY meraih Juara 2 Propulsion System Development (ESC/ECU) dan Juara 3 Ground Control Station (GCS).

Tim dari Unversitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat mempersapkan diri. (Foto: Istimewa)

Menurut Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNY Dr. Pujianto, Az-zawra Biantara dibagi menjadi 4 sub divisi yaitu Az-zawra Biantara GCS, Az-zawra Biantara ESC, Az-zawra Biantara Flight Controller (FC), dan Az-zawra Biantara Airframe Innovation. “Kita juara pada sub divisi ESC dan GCS” katanya.

Ketua Sub Divisi ESC Zulhakim Seftiyana Roviyan mengatakan, bahwa strategi dalam meraih Juara 2 dalam KRTI 2021 adalah sering melakukan riset. “Kami meriset sistem yang belum ditemukan, jadi system try and error akan menjadi prioritas utama” katanya.

Dikatakan, bahwa pesawat itu riskan, masalah sinyal hilang saja bisa menyebabkan crash. Jadi antar komponen di dalam pesawat tanpa awak itu harus benar benar sudah teruji dulu. ESC adalah kontrol keluaran daya dan kecepatan terhadap perubahan dari throttle.

“Bahwa ESC yang ada di pasaran memiliki tingkat efisiensi yang rendah, oleh karena itu mereka mengembangkan multi variance electronic speed controller for autonomous fixed wing URV yang bertujuan memaksimalkan tingkat efisiensi penggunaan daya pada ESC sehingga mampu memaksimalkan daya baterai untuk terbang lebih lama,” beber Zulhakim.

Salah satu anggota divisi ESC Fahrul Hidayat menambahkan, kelebihan ESC buatan pihaknya adalah dilengkapi dengan IOT berura GCS sebagai teknologi pendukung untuk memantau kondisi ESC. Sementara, Ketua sub divisi GCS Andy Prasetyo mengungkapkan, bahwa teknologi yang mereka gunakan adalah antenna tracker yang berbiaya lebih sedikit dibandingkan antenna tracker berbasis APM tetapi memiliki kemampuan dan fungsi yang sama.

“Gunanya untuk memonitor posisi pesawat berdasar koordinat latitude dan longitude serta menampilkan video dengan memanfaatkan koordinat latitude,” papar Andy. Harapannya dengan inovasi yang dikembangkan timnya dapat membantu permasalahan bidang pesawat tanpa awak khususnya pada GCS.  

Tim GCS dar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Foto: Istimewa.

Ketua Panitia KRTI Prof. Dodi Ariawan mengatakan, pada lomba ini dapat dilihat bahwa mahasiswa Indonesia bisa memiliki kemampuan yang bagus dalam mendesain dan merancang robot terbang. “Kedepannya dapat dipakai untuk aplikasinya,” kata Dodi Ariawan. Guru Besar Fakultas Teknik UNS tersebut juga mencontohkan robot yang dapat mengangkut barang dari satu gedung ke gedung yang lain akan sangat bermanfaat saat terjadi bencana.

Sub Divisi ESC Robot Az-zawra Biantara UNY terdiri dari Zulhakim Seftiyana Roviyan prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Dheni Leo, Faris Alvianto, Husain Abdul Fattah dan Geby Leorista prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Fahrul Hidayat dan Briyan Pambudi prodi Pendidikan Teknik Elektro, serta Fiki Ardianto Prodi Pendidikan Teknik mesin, dengan dosen pembimbing Dr phil Ir. Mashoedah, SPd, MT dan Oktaf Agni Dhewa, M.Cs.

Sedangkan Sub Divisi GCS terdiri dari Andi Prasetyo prodi D4 Teknik Elektronika, Ganang Wahyu Hidayat prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Rifky Ahmad Fahrezi prodi Pendidikan Teknik Mekatronika dan Ayuni Nawangsih prodi Pendidikan Luar Biasa, dengan dosen pembimbing Ardy Seto Priambodo, ST, MEng. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here