Home News Konseling Digital Suatu Kebutuhan di Masa Pandemi

Konseling Digital Suatu Kebutuhan di Masa Pandemi

159
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM – Pandemi Covid 19 nampaknya belum segera berakhir, meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah sampai dengan tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT). Di tingkat bawah ada Jogo Tonggo, yang merupakan suatu bentuk kepedulian masyarakat dalam upaya menangani virus ini, agar segera dilalui dan masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas secara normal.

Akibatnya, banyak orang yang terpapar, harus melakukan isolasi, baik secara mandiri ataupun isolasi di suatu shelter atau tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat. Bahkan ada pula yang harus isolasi di rumah sakit. Karena pihak yang menjalani isolasi tersebut disarankan seyogyanya tidak melakukan kontak dengan anggota masyarakat yang lain yang tidak terpapar virus ini, maka sudah semestinya kehidupan mereka sangat menggantungkan pada pihak lain yang dapat membantunya, terutama dari anggota keluarganya terlebih dahulu, atau pun dari anggota masyarakat sekitar yang masih dalam keadaan sehat.

Hal ini ditambah lagi dengan adanya beberapa orangtua yang mengalami stress, karena harus bertindak sebagai guru secara langsung bagi anak-anaknya, yang karena pandemi terpaksa melakukan proses pembelajaran di rumah.

Tentu saja dalam keadaan yang tidak diharapkan semacam ini bagi pihak yang terpapar, maka tidak dapat disangkal bahwa mereka akan semakin tergantung hidupnya kepada pihak lain, terutama pihak-pihak yang ada kaitannya dengan kesehatan.

Sehingga kemudian muncul atau dimunculkan bentuk-bentuk konseling dari pihak tertentu yang diberikan kepada orang yang terpapar Covid-19. Namun karena situasi dan kondisi tertentu seperti ini, biasanya konseling dilakukan secara digital, lewat media on-line, seperti halnya telemedicine yang dapat diunduh secara gratis oleh pihak yang membutuhkan konsultasi di bidang obat-obatan yang pada dasarnya agar mereka dapat meningkatkan imunitasnya, sehingga segera sehat kembali dari pandemi ini.

Berbagai konseling yang dibutuhkan

Seperti sepintas dijelaskan di atas, bahwa kaitannya dengan para penderita Covid 19 ini, karena mereka hidupnya terpaksa mengasingkan diri dalam bentuk isolasi tersebut, maka pada dasarnya mereka memerlukan support dari berbagai pihak, seperti terkait dengan kesehatan utama, menu makan sehari-hari bagi mereka, atau pun berbagai advis lainnya seperti bidang psikologi bagi penderita.

Karena tak dapat disangkal bahwa orang yang terpapar semacam ini secara kejiwaan mengalami tekanan mental, yang bahkan kalau tidak dapat ditangani secara serius dapat mengakibatkan si penderita meninggal dunia. Atau yang paling sederhana sekali adalah konseling dari warga sekitarnya agar mereka tidak merasa dikucilkan dari kehidupan masyarakat setempat. Konseling semacam ini dilakukan pula bagi kelompok pelaku usaha, yang dengan terpaksa harus menghentikan kegiatannya, karena adanya PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)

Namun guna mengantisipasi agar virus itu tidak menular dan menyebar lebih luas bagi anggota masyarakat, tidak salah kalau kemudian konseling itu diberikan secara on-line, yang kemudian dikenal dengan konseling digital, sehubungan dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang demiian pesatnya.

Pada dasarnya konseling semacam ini dilakukan bertujuan untuk tetap memberikan perhatian kepada pihak yang terpapar Covid 19, sekaligus agar dapat mempercepat memutuskan penyebaran virus ini. Apa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dengan penerapan konsepnya Jogo Tongga sebenarnya merupakan suatu upaya yang mempunyai arti sangat hebat dalam upaya memutus mata rantai si Corona ini.

Sehingga dapat disarikan bahwa dengan penerapan Jogo Tonggo semacam itu membuktikan bahwa masyarakat kita mempunyai tekad untuk saling tolong menolong, sebagai bentuk nasionalisme yang tinggi bagi masyarakat Indonesia.

Mengapa harus secara digital

Pertanyaan ini dapat kita jawab secara tegas, bahwa kita semua menyadari betapa ganasnya virus yang melanda dunia ini, yang telah dibuktikan dengan adanya korban jiwa manusia, bahkan mencapai jutaan, apalagi juga dialami oleh para tenaga medis yang membantu para penderita, yang akhirnya mereka pun gugur karena keganasan virus ini.

Mengingat hal tersebut maka sudah sewajarnya kalau kemudian berbagai upaya dilakukan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dengan 5M yakni Memakai masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan dengan sabun, Mengurangi mobilitas dan Menjauhi kerumunan, guna memutus mata rantai Covid 19,  meskipun tetap juga masih ada sebagian anggota masyarakat yang abai akan prokes tersebut.

Oleh karena itu maka menjadi sangat tepat apabila kemudian semua bentuk pelayanan konseling dilakukan secara digital, agar tidak terjadi hubungan dalam bentuk tatap muka antara pihak yang memberikan konseling dengan pasien, guna mengantisipasi kemungkinan menularnya virus Corona ini.

Dengan demikian akhirnya diharapkan bahwa dengan adanya bentuk konseling digital semacam ini, meskipun Covid 19 sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat secara luas, akan mampu segera mengembalikan kehidupan masyarakat ke arah yang normal kembali. Bravo konseling digital di masa pandemi, apapun bentuknya  serta siapapun pelakunya. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here