Home News Kondisi Jorok Toilet Bandara Internasional Komodo Viral di Medsos

Kondisi Jorok Toilet Bandara Internasional Komodo Viral di Medsos

485
0
Air kencing menggenangi toilet pria Bandara Internasional Komodo Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019). Foto : Soni Blanterang de Rosari
Air kencing menggenangi toilet pria Bandara Internasional Komodo Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019). Foto : Soni Blanterang de Rosari

BERNASNEWS.COM — Kondisi toilet pria yang jorok di Bandara Internasional Komodo Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019), menyebarluas atau viral di media sosial (medsos). Kondisi jorok toilet ini sungguh ironis dan memprihatinkan karena justru terjadi sehari setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke bandara kebanggaan masyarakat Manggarai Barat, Flores Barat, NTT itu.

“Di toilet pria, dari tiga urinoir, hanya satu yang berfungsi, sementara yang satu airnya tidak lancar. Sehingga urin menggenang atau tidak mengalir. Sedangkan satu toilet lagi entah kenapa dipasangi ember. Mungkin penumpang disuruh kencing dalam ember,” kata Soni Blanterang de Rosari, salah satu penumpang Batik Air, yang mendarat di Bandara Internasional Komodo Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019).

Sebuah ember warna hitam dipasang di salah satu toilet pria di Bandara Internasional Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019). Foto : Soni Blanterang de Rosari

Kondisi ini berbeda ketika Bernasnews.com mendarat di Bandara Internasional Komodo, Juni 2018. Saat itu, kondisi toilet tampak bersih, air mengalir lancar tanpa tersumbat.

Soni Blanterang de Rosari yang juga mantan wartawan Harian Bernas (kini Bernasnews.com) menulis kondisi toilet pria yang jorok di Bandara Internasional Komodo itu di akun facebooknya, Jumat (12/7/2019). Soni yang dihubungi Bernasnews, Jumat (12/7/2019) mengaku, tidak hanya kondisi toilet yang jorok, namun pelayanan di bandara juga kurang memuaskan, bahkan lebih parah.

Soni Blanterang de Rosari saat berada di Bandara Internasional Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019). Foto : Istimewa

“Saya menggunakan Batik Air dari Jakarta dan kemudian meneruskan pakai Wings. Ada tiga counter yang dibuka. Antrian ada di dua counter. Setelah sampai di petugas, katanya pindah counter sebelah karena katanya ini pelayanan ke Jakarta. Antrian menjadi panjang. Di tengah antrian yang makin mendekat, petugas tadi memberitahu bahwa layanan di counter sebelumnya yang ditolak, bisa melayani lagi. Wow, inikah pelayanan yang akan membidik wisatawan kelas menengah ke atas. MENYEDIHKAN,” tulis Sono Blanterang de Rosari.

Sejumlah penumpang antre di counter untuk checkin di Bandara Internasional Komodo Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (12/7/2019). Foto : Soni Blanterang de Rosari

Padahal, menurut Soni, niat Presiden Jokowi untuk memajukan sektor pariwisata kiranya bukan main-main. Dua daerah didatangi pasca-putusan MK, yakni Manado di Sulawesi Utara dan Labuanbajo di Manggarai Barat, NTT. Kunjungan itu diharapkan agar dua daerah ini dapat meningkatkan pelayanan sehingga menjadi destinasi wisata andalan. Bahkan Presiden Jokowi, menurut Soni, segmen pasar yang akan dibidik khususLabuanbajo adalah wisatawan kelas menengah ke atas.

“Namun apa lacur, pelayanan sangat mengecewakan. Kondisi fasilitas juga sangat mengecewakan,” kata Soni dengan nada kecewa. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here