Home News Kondisi Covid-19 DIY Saat Ini Membaik

Kondisi Covid-19 DIY Saat Ini Membaik

99
0
Kepala Dinas Kesehatan DIY drg Pembajun Setyaning Astuti MKes (tengah) berkerudung) saat memberi penjelasan dalam Forum Diskusi Wartawan terkait program percepatan vaksinasi di Gedung DPRD DIY, Jumat 26 Maret 2021.Foto : Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Hasil penanganan Covid-19 di DIY sudah membaik. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator seperti angka kasus positif yang semakin menurun, diikuti dengan menurunnya tingkat keterisian bed rumah sakit dan keterisian isoter yang terus berkurng serta angka kematian yang juga menurun.

Meski demikian, hingga saat ini status DIY masih berada di PPKM Level 3 dan belum turun ke PPKM Level 2. Hal ini terjadi karena ada penambahan kriteria penurunan status ke PPKM Level 2 yakni capaian vaksinasi mencapai 80 persen dan jumlah orang lanjut usia (lansia) yang sudah divaksin mencapai 60 persen.

Sementara hingga saat ini capaian vaksinasi di DIY baru mencapai 75,5 persen dan jumlah orang lansia yang sudah divaksin baru mencapai 58,8 persen. “Bila orang lansia sudah 60 persen divaksin dan capaian vaksinasi di DIY sudah mencapai 80 persen, maka pusat akan mempertimbangkan untuk menurunkan level PPKM di DIY ke level 2,” kata Pembajun Setyaning Astuti, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Rabu (22/9/2021).

Menurut Pembajun, pihaknya menargetkan akhir bulan ini vaksinasi orang lansia mencapai 60 persen dan capaian vaksinasi 80 persen pada akhir Oktober 2021.

Pembajun yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Rabu 22 September 2021, mengatakaan, positive rate di DIY juga sangat baik yakni pada angka 1,27 persen, sementara menurut standar WHO sebesar 5 persen. Sedangkan kasus aktif atau orang yang masih membutuhkan perawatan tinggal 2.736 orang. Mayoritas kasus konfirmasi tetap sama yakni pada usia produktif dan kasus kematian mayoritas orang lansia berkomorbid atau memiliki penyakit bawaan.

Dikatakan Pembajun, saat ini kondisi Covid-19 di DIY sudah cenderung membaik, namun pemerintah pusat masih belum menurunkan level PPKM DIY dari level 3 menuju 2. Sebab, pemerintah menambah 2 parameter untuk menurunkan level PPKM di masa pandemi, yakni capaian vaksinasi sebesr 80 persen dan jumlah orang lansi yang divaksin 60 persen.

Sebelumnya, parameter penurunan level PPKM hanya terkait angka kematian, keterisian bed rumah sakit dan jumlah angka kasus posiif. “Apabila orang lansia 60 persen sudah divaksinmaka pusat akan mempertimbangkan untuk menurunkan level PPKM di DIY menjadi level 2. Sementara saat ini, persentase vaksinasi orang lansia di DIY 58,8 persen. Insyaallah kita kejar 60 persen akhir bulan ini,” kata Pembajun.

Menurut Pembjun, selam ini ada kendala khusus pada vaksinasi lansia selain komorbid, juga kurangnya edukasi yang berujung ketakutan dan keengganan mereka untuk keluar rumah menuju sentra vaksinasi. Karena itu saat ini pihaknya sedang memfokuskan vaksinasi lansia dengan berbagai metode, antara lain dengan door to door. Sistem ini bekerja sama dengan Polda DIY dan Korem 072/Pmk, yang juga aktif menggelar vaksianasi dengan berbagai metode.

Selain prioritas pada lansia, menurut Pembajun, juga memprioritaskan wanita untuk divaksinasi, mengingat jumlah wanita di DIY lebih banyak dari jumlah pria dan cakupan vaksinasinya masih belum seimbang. “Angka vaksinasi pada wanita tidak bisa dianggap enteng, mengingat mobilitas wanita juga tidak kalah dari pria dan membutuhkan perlindungan ekstra selain perlindungan yang didapat dari disiplin prokes,” kata Pembajun.

Menurut Pembajun, beberapa kendala yang dialami dalam pelaksanaan vaksinasi antara lain distribusi vaksin dari pusat yang belum sebanding dengan total sasaran. Selain itu animo masyarakat cukup tinggi tetapi terkendala dalam mengkases lokasi vaksinasi atau berbenturan dengan waktu bekerja.

Selain itu, banyaknya KTP non DIY juga menjadi kendala. Namun Pembajun memastikan, kendala-kendala tersebut saat ini sudah tertangani dengan baik shingga ia bersama jajaran siap memberikan pelayanan optimal terkait vaksinasi kepada masyarakat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here