Home Ekonomi Kondisi APBN 2021 hingga Oktober Menunjukkan Ekonomi Mulai Pulih

Kondisi APBN 2021 hingga Oktober Menunjukkan Ekonomi Mulai Pulih

95
0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Independensi

BERNASNEWS.COM –Kondisi APBN 2021 hingga bulan Oktober 2021 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan sehat. Kondisi ini menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia mulai pulih. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator, seperti penerimaan negara, peneriman pajak,penerimaan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak dan sebagainya.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, ondisi hingga akhir Oktober 2021 penerimaan negara tumbuh positif 18,2 persen, bandingkan posisi Oktober 2020 yang sangat berat dengan pendapatan negara yang mengalami kontraksi atau minus 15,3 persen.

Sementara penerimaan pajak tumbuh 15,3 persen mencapai Rp 1.510 triliun dimana sektor manufaktur, perdagangan dan pertambangan serta sektor informasi-komunikasi pulih dan tumbuh sangat kuat. Demikian juga penerimaan Bea Cukai yang mencapai Rp 205,7 triliun tumbuh 25,5 persen dimana bea keluar (ekspor komoditas) melonjak lebih 8 kali atau 868 persen.

Kemudian, menurut Menkeu Sri Mulyani yang dikutip Bernasnews.com di akun instramanya @smindrawati yang diunggah pada Jumat, 26 November 2021, utuk Penerimaan Negara Bukan Pajak bahkan telah melebihi target APBN mencapai Rp 349,2 triliun atau 117 persen dari target atau tumbuh 25,2 persen. Pertumbuhan ini terjadi karena harga komoditas minyak, gas, mineral, dan kinerja BLU Kelapa Sawit serta Dividen BUMN Perbankan.

“Penerimaan Negara yang pulih dan tumbuh kuat akan menyehatkan APBN kita, sehingga mengurangi utang negara. Defisit APBN akhir Oktober sebesar Rp 548,9 atau turun turun tajam 28,2 persen dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 764,8 triliun).

Menurut Menkeu, belanja APBN ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan membantu rakyat. Belanja modal naik 53 persen mencapai Rp 137,3 triliun, belanja barang naik 37 persen mencapai Rp 361,8 trilun untuk membayar perawatan dan vaksin Covid-19. Sementara bantuan masyarakat (sosial) mencapai Rp 338,2 triliun.

Dikatakan Menkeu, Belanja Negara dan Belanja Daerah (APBD) masih sangat besar yang belum dilaksanakan hingga akhir Desember 2021. Seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah harus bekerja keras melaksanakan program-program yang sudah dianggarkan agar pemulihan ekonomi makin kuat dan memberikan manfaat bagi rakyat.

https://www.instagram.com/smindrawati/

Semua pengguna anggaran negara harus tetap akuntabel serta tidak boleh korupsi yang merugikan negara dan menggerus kepercayaan rakyat. “APBN bekerja sangat keras menolong rakyat dan memulihkan ekonomi. Jaga APBN dengan mengawasi bersama,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati. (lip)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here