Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOlahragaKomunitas Sepeda ‘Ceret Ireng’, Numpang KRL Dilanjut Gowes dan Nikmati Kuliner

Komunitas Sepeda ‘Ceret Ireng’, Numpang KRL Dilanjut Gowes dan Nikmati Kuliner

bernasnews.com — Hari Sepeda Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setiap tanggal 3 Juni untuk menggaungkan gaya hidup sehat. Sepeda telah digunakan lebih dari dua abad sebagai transportasi yang sederhana, terjangkau, bersih, sehat, dan ramah lingkungan. PBB menyerukan kepada setiap negara untuk meningkatkan sarana bersepeda agar meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik banyak orang.

Terdapat sejumlah alasan yang membuat bersepeda merupakan gaya hidup sehat. Berikut lima alasan bersepeda merupakan gaya hidup sehat. (1) Mengurangi risiko penyakit kronis. (2) Meningkatkan kesehatan tulang.  (3) Mengontrol berat badan dan mencegah obesitas. (4) Lebih dekat dengan alam. (5) Pengalaman yang unik.

Oleh karena itu Komunitas Sepeda ‘Ceret Ireng’ didirikan oleh beberapa penggemar sepeda di Kota Yogyakarta. Komunitas tersebur ‘bermarkas’ di Namburan Kidul, Panembahan, Kraton, Yogyakarta. Tempat tersebut merupakan bengkel sepeda yang digawangi oleh Antok Namburan. Penggowes yang menjadi pelanggan bengkel tersebut sering bertemu dan berkomunikasi sehingga terbentuklah komunitas sepeda.

Komunitas yang berdiri di awal tahun 2022, telah melakukan kegiatan bersepeda bersama secara rutin setiap seminggu sekali. Kegiatan tersebut dilakukan di dalam kota maupun di luar Kota Yogyakarta, bahkan sampai di luar DIY.

“Anggota kami sangat beragam baik dari jenis sepeda yang digunakan, profesi, dan pendidikan,” jelas Yoyok Suryoputran selaku Koordinator Komunitas Sepeda ‘Ceret Ireng’.

Komunitas Sepeda ‘Ceret Ireng’ foto bersama di depan sebuah warung kuliner khas di kota tujuan gowes. (Foto: Istimewa)

Dikatakan, sepeda yang digunakan antara lain sepeda lipat (folding bike), sepeda gunung (MTB), dan sepeda balap (road bike). Profesi anggota juga beragam, misalnya notaris, dosen, wiraswata, pegawai swasta, pensiunan, teknisi dan sebagainya.

“Dalam bersepeda kami menganut prinsip kebersamaan dalam keberagaman,” imbuh Yoyok, dalam rilis yang dikirim ke bernasnews.com, Kamis (31/3/2022)

Salah satu penggerak Komunitas Sepeda ‘Ceret Ireng’, Wahyu Wiryono yang berprofesi sebagai notaris mengungkapkan, bahwa bersepeda ke luar kota dengan naik KRL sungguh pengalaman yang luar biasa. Perlu diketahui, komunitas tersebut sempat bersepeda, tanggal 23 Maret 2022, di Kota Solo dan tanggal 30 Maret 2022, ke Kota Klaten, dengan menumpang KRL.

“Sampai di kedua kota tersebut, baru mengelilingi kota sambil menikmati kuliner khas yang di kedua kota tersebut,” kata Wahyu.

Sementara itu, Susilo Langenastran selaku Humas mengatakan, bahwa di samping berolah raga tujuan bersepeda adalah bergembira dalam kebersamaan. “Kebersamaan dan kegembiraan tersebut dinikmati selama perjalanan dengan KRL, bersepeda dan menikmati sajian kuliner,” ujar Susilo, yang keseharian berprofesi sebagai dosen.

Setelah lebaran akan diagendakan bersepeda ke luar kota lagi, tentu tetap menumpang KRL atau Kereta Api yang bisa memfasilitasi sepeda lipat. Selama bulan Ramadhan, kegiatan bersepeda tetap dilakukan namun skala terbatas sambil menunggu buka puasa.

“Bersepeda yang terpenting adalah untuk hidup sehat dan kebersamaan dalam komunitas,” tutup Susilo. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments