Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsBesok Minggu, PBIY Peragaan Busana Adat Kraton Yogyakarta di Malioboro Mall

Besok Minggu, PBIY Peragaan Busana Adat Kraton Yogyakarta di Malioboro Mall

BERNASNEWS.COM — Busana bagian dari budaya Jawa selain memadukan keharmonisan dan keindahan juga penuh dengan syarat dan makna bagi si pemakainya. Ada beberapa ketentuan semacam aturan yang dinamakan pakem, yang bermaksud bahwa busana yang dikenakan harus seusai dengan peruntukannya apalagi busana adat tersebut bersumber dari dalam kraton.

Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta (PBIY) dengan didukung penuh oleh Kalithi Wedding & Art Organizer menggelar Peragaan Busana Adat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Minggu (14/3/2021), Jam 17:00 WIB, di Malioboro Mall, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Sebagai peraga atau model adalah anggota PBIY, dipandu langsung oleh Ketua PBIY Margaretha Tinuk Suhartini dan Ibu Larastiti Melati, perias pengantin senior di Yogyakarta.

Seperti telah diketahui, bahwa komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta (PBIY) dibentuk pada tanggal 10 Oktober 2015, dengan jumlah anggota berkisar 70 wanita. Bervisikan melestarikan budaya Indonesia, serta bermisi memasyarakatkan busana nasional (kebaya) sebagai identitas bangsa.

Ny. Larastiti Melati, perias pengantin senior juga anggota Komunitas PBIY saat ikut kiprah menggelar busana adat Jawa beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Ny. Larastiti Melati)

Sementara R. Ay Kuswantyasningrum selaku Pimpinan Kalithi Wedding & Art Organizer beralamatkan di Ndalem Mangkubumen Yogyakarta ini, selain termasuk perias pengantin senior yang mumpuni juga sering menjadi narasumber maupun rujukan dalam bidang tatarias pengantin dan busana budaya Jawa.

Berikut 11 busana yang akan diperagakan oleh anggota PBIY, yaitu, Cara Putri Rasukan Pendek, busana ini dipakai oleh putri dalem (putri raja) yang sudah menikah. Busana ini dikenakan pada saat upacara ageng (besar) baik di dalam maupun di luar kraton. Biasanya berpasangan dengan Kasatrian Ageng (busana suami).

Busana Cara Putri Rasukan Panjang, busana ini dipakai oleh putri dalem yang sudah menikah. Busana ini dikenakan pada saat upacara ageng baik di dalam maupun di luar kraton. Berpasangan dengan busana Malam Selikuran. Busana Semekan Sindur, dikenakan oleh putri dalem yang sudah menikah dan dikenakan pada saat menghadiri upacara Daup Pengantin (Akhad Nikah) di dalam kraton, busana ini dikenakan pada era HB VII/ HB VIII.

Busana Pesiar. (Foto: Dok. Ny.Larastiti Melati)

Semekan Dringin, busana dikenakan oleh putri dalem pada saat Malam Midodareni. Semekan Sutra Bleg Blegan (Sutera Penuh), dikenakan oleh putri dalem yang sudah menikah dan dipakai pada saat parakan (upacara) Tinggalan Dalem (Ulang Tahun Raja) atau untuk upacara Tuguran. Busana Semekan Batik Tengahan Sutra, dikenakan oleh putri dalem yang sudah menikah biasanya untuk upacara malam hari atau dikenakan oleh orang tua/ orang yang dirinya sudah merasa tua.

Kampuhan Penganthi, busana ini dikenakan oleh putri dalem atau menantu dalem pada saat bertugas sebagai pendamping pengantin di dalam kraton. Busana Pesiar, dikenakan oleh putri dalem yang sudah menikah pada saat berpergian, plesir ke luar negeri, tamasaya, pacuan kuda, dan sebagainya.

Busana Agustusan, busana yang dikenakan oleh putri dalem yang sudah menikah. Pada jamannya busana ini dikenakan saat menghadiri upacara di gubernuran (kantor gubernur Belanda) untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda Wihilmena, setiap tanggal 31 Agustus.

Berikutnya adalah busana Kampuhan Kromo dan Kampuhan Keparak, busana Kampuhan Kromo dikenakan oleh putri dalem yang sudah menikah pada saat mengahadiri Grebeg dan Ngabekten (Idul Fitri). Sementara Kampuhan Keparak, dikenakan oleh Lurah Abdi Dalem Keparak sebuah kepangkatan dari kraton, dikenakan dengan Samir (semacam sal di leher) saat bertugas pada upacara di dalam kraton. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments