Home News Komunitas G&R Cycling Giat Gowes, Seluruh Peserta Mendapat Hadiah Buku Teks Ekonomi

Komunitas G&R Cycling Giat Gowes, Seluruh Peserta Mendapat Hadiah Buku Teks Ekonomi

196
0
Komunitas sepeda “Guyub & Rukun Cycling” (G&R Cycling) giat gowes Sabtu (12/6/2021), dengan mengambil start dan finish di “Nyawang Merapi”, Plupuh, Wukirsari, Kabupaten Sleman, DIY. (Foto: Kiriman G&R)

BERNASNEWS.COM — Komunitas sepeda “Guyub & Rukun Cycling” (G&R Cycling) kembali menggelar kegiatan bersepeda terbatas bagi anggotanya, Sabtu (12/6/2021), dengan mengambil start dan finish di “Nyawang Merapi”, Plupuh, Wukirsari, Kabupaten Sleman, DIY.

Hadir dalam event tersebut antara lain Wihana Kirana Jaya, Guru Besar FEB UGM dan Staf Khusus Menteri Perhubungan RI; Edy Suandi Hamid, Rektor UWM dan Anggota Parampara Praja DIY; Bogat AR, Pengusaha Properti dan Ketua Kafegama DIY; dan Y. Sri Susilo, Dosen FBE UAJY dan Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta.

“Tujuan dari bersepeda bersama terbatas ini tentu adalah berolahraga, silaturami dan berekreasi (BSB). Tempat start dan finish serta rute yang dipilih merupakan tempat tujuan wisata keluarga,” ungkap Y. Sri Susilo selaku Koordinator G&R Cycling, dalam rilisnya, Sabtu (13/6/2021).

Y. Sri Susilo (Kiri) selaku Koordinator G&R Cycling secara simbolis menerima buku teks ekonomi berjudul “Ekonomi Kelembagaan” karya terbaru Wihana Kirana Jaya yang diserahkan langsung oleh sang penulisnya. (Foto: Kiriman G&R)

Dikatakan, tempat start dan finish serta rute yang dipilih merupakan tempat tujuan wisata keluarga. Rute dari “Nyawang Merapi” menuju “Ruas Bambu Nusa” Surodadi, Wukirsari, Cangkringan Sleman dan kembali menuju finish di “Nyawang Merapi”.

“Rute pendek sepanjang 6 kilo meter melewati persawahan yang hijau dan berkabut cukup tebal. Udara segar dan keindahan perdesaan menyertai perjalanan penggowes,” ujar Dosen yang humble penghobi gowes dan kuliner itu.

Kesan serupa tentang medan gowes tersebut, disampaikan oleh Edy Suandi Hamid yang mengungkapkan, bahwa jalan menuju “Ruas Bambu Nusa” meskipun dekat namun menanjak sehingga cukup menguras tenaga dan memeras keringat. “Pilihan rute dan jarak sudah sesuai dengan pesepeda yang sudah berumur,” menurut Edy Suandi. Seperti telah diketahui mayoritas anggota G&R Cycling sudah berusia 50 tahun ke atas.

Sementara itu, mas Ir panggilan akrab Wihana Kiraja Jaya mengatakan, bahwa event bersepeda ini merupakan bentuk nyata pemulihan ekonomi khususnya bagi usaha pariwisata. “Aktivitas usaha dapat mulai bergerak jika ada permintaan,” tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Wihana, upaya tersebut harus disertai dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. “Menyeimbangan kebutuhan kesehatan (waras) dan ekonomi (wareg) tidak mudah namun harus diupayakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Anggota Komunitas G&R Cycling pesertaa gowes dengan santai menikmati suasana “Ruas Bambu Nusa” yang sejuk dan berkabut, Sabtu (12/6/2021) pagi. Foto: Kiriman G&R.

Seperti diketahui “Nyawang Merapi” merupakan restoran yang menyediakan menu rumah dan perdesaan. Juga disediakan fasilitas penginapan dan camping ground untuk keluarga. Sedangkan “Ruas Bambu Nusa” menyediakan fasilitas homestay bagi keluarga dan rombongan. “Jika seluruh komunitas bersepeda menyelenggarakan kegiatan di tempat-tempat tersebut maka upaya pemulihan ekonomi dapat bergerak lebih nyata,” imbuh Bogar AR.

Menariknya dalam kegiatan Komunitas G&R Cycling kali ini seluruh penggowes yang terlibat memperoleh buku “Ekonomi Kelembagaan” karya terbaru Wihana Kirana Jaya. Buku tersebut menyoroti berbagai hal terkait sektor transportasi di Indonesia dari sisi ekonomika kelembagaan.

“Luar biasa dan unik event bersepeda sehat namun door prize-nya buku teks ekonomi. Komunitas sepeda kami tetap berkomitmen untuk membantu menggerakkan upaya pemulihan ekonomi dengan bersepeda setiap Sabtu pagi,” pungkas Y. Sri Susilo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here