Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsKomunitas Fotografer Macro Mempromosikan Keunikan Jogja

Komunitas Fotografer Macro Mempromosikan Keunikan Jogja

BERNASNEWS.COM – Komunitas Photographer Macro ikut mempromosikan keunikan Jogja. Dalam event March Macro yang berlangsung sejak Jumat (13/3/2020 hingga Minggu (15/3/2020) ini, komunitas fotografer yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini mengikuti acara bertajuk Gathering March Macro dengan serangkaian kegiatan.

Menurut Teguh Santoso, Koordinator March Macro, Team March Macro 2020 menyiapkan racikan yang tak kalah seru dibanding tahun sebelumnya. Secara resmi, pihaknya menawarkan menginap 2 hari bagi teman-teman yang merasa waktu pertemuan terlalu pendek. Mulai dari konsep Human Interest di Ledok Tinjon, street photo di Kotagede atau Malioboro, sunset di Pantai Glagah, mbakmi Jawa di Pasar Ngoto, ngopi malam seru di Believe, merumput di Ngoto Macroland dilanjutkan sarapan saoto di Ndalem Kasantosan dan Sunrise di Gunung Ireng, sebut apa saja.

Koordinator Gathering March Macro 2020 Teguh Santoso (kedua dari kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan di Pondok Kopi Wahid, Coday “Coffee Lab & Roastery” Jalan Ahmad Wahid Mantup, Baturetno, Kec Banguntapan, Bantul, Jumat (13/3/3/2020) malam. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dalam acara lomba foto kali ini, yang menjadi obyek foto adalah kuliner khas Jogja, seperti bakmi Jawa, wedang ronde dan sebagainya. Tidak hanya memotret masakan, tapi juga pembuat atau peracik masakan. Hasil potretan para fotografer profesional tersebut kemudian dishare/diposting di media sosial (medsos) masing-masing, seperti facebook, instagram, whatsapp dan sebagainya.

“Acara ini diikuti sekitar 100 fotografer dari berbagai daerah di Indonesia. Tokoh-tokoh Fotografi Indonesia yang hadir antara lain Risman Marah (Dosen ISI Yogyakarta) Arbain Rambey (mantan fotografer Harian Kompas), Prof Soeprapto Soedjono, Johnteffon, Johnny Hendarta A dan sebagainya,” kata Teguh Santoso, Koordinator March Macro, di selal-sela acara lomba foto di Pondok Kopi Wahid, Coday “Coffee Lab & Roastery” Jalan Ahmad Wahid Mantup, Baturetno, Kec Banguntapan, Bantul, Jumat (13/3/3/2020) malam.

Juara III lomba foto kuliner khas Jogja (kedua dari kiri) menerima hadiah di sela-sela Gathering March Macro 2020 di Pondok Kopi Wahid, Coday “Coffee Lab & Roastery” Jalan Ahmad Wahid Mantup, Baturetno, Kec Banguntapan, Bantul, Jumat (13/3/3/2020) malam. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Teguh Santoso, kegiatan yang dipusatkan di dua tempat yakni di Kota Jogja dan Resort & Resto Wulenpari di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul itu mengangkat tema Titik Temu. Tema ini bermakna bahwa peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah orang-orang yang rendah hati, karena mereka meninggalkan ego masing-masing, mengesampingkan kepentingan masaing-masing dan meluangkan waktu untuk bertemu di satu titik.

“Ya, March Macro memang bukan Gathering Fotografi semata. Meski kesibukan kadang tak bisa kompromi, tetapi niat bertemu sering lebih cepat daripada berlarii. Aku jadi lebih paham, mengapa aku sungguh berharap bertemu denganmu, dengannya dan semua teman. Untuk memintal lagi benang persahabatan dalam kebersamaan ,” kata Teguh Santoso dengan nada puitis

Dikatakan, Titik Temu merupakan frase kata yang sederhana, tapi bukan masalah mudah untuk melaksanakannya. Menemukan satu titik bersama untuk banyak kepentingan, banyak kesibukan, banyak orang tidak mudah. “Jangankan untuk banyak orang, untuk dua orang saja kadang sulit mencapai kata sepakat,” kata salah satu penggagas March Macro ini.

Juara II (kedua dari kiri) lomba foto kuliner khas Jogja menerima hadiah di sela-sela Gathering March Macro 2020 di Pondok Kopi Wahid, Coday “Coffee Lab & Roastery” Jalan Ahmad Wahid Mantup, Baturetno, Kec Banguntapan, Bantul, Jumat (13/3/3/2020) malam. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Mencari dan menemukan Titik Temu adalah upaya untuk merendahkan ego, meninggikan toleransi, memempersempit ruang pribadi agar masing-masing orang menemukan ruang bersama tanpa harus ada yang kehilangan jati diri. March Macro 2020 menyediakan diri untuk menjadi ruang bersama tersebut,” kata Teguh seraya menambahkan bahwa gathering kali ini tak kalah semarak dan heboh dibanding gathering tahun-tahun silam dan akan membenamkan kebahagiaan maksimal selama setahun ke depan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut Teguh Santoso, selain rally fotografi seperti lanskap, human interst dan model, puncak acara adalah Lomba Foto Macro on the Spot, yang diharapkan adalah menghasilkan juara-juara dengan karya foto yang fenomenal dan menginspirasi.

“Secara umum, nilai lebih dari March Macro ini adalah gathering berkesinambungan sejak tahun 2014. Sekarang sudah memasuki tahun ke 6. Dari tahun ke tahun kuantitas dan kualitas peserta semakin meningkat. Para fotografer berdatangan bukan hanya dari lingkungan DIY, tetapi juga dari beberapa kota di Indonesia,” kata Teguh Santoso. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments