Home News Komunitas DolBar’78 Merajut Kebersamaan, Diisi Praktek Cara Membuat Tempe

Komunitas DolBar’78 Merajut Kebersamaan, Diisi Praktek Cara Membuat Tempe

319
0
Komunitas Dolan Bareng (DolBar) 78 yang merupakan alumni AMP YKPN angkatan 1978 menyelenggarkan pertemuan untuk Merajut Kebersamaan yang diisi dengan praktek membuat tempe, Senin (17/8/2020). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Banyak cara untuk memaknai peringatan HUT ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Dolan Bareng (DolBar) 78 yang merupakan alumni AMP YKPN angkatan 1978. Beberapa personal menyelenggarakan pertemuan guna Merajut Kebersamaan, sekaligus praktek membuat tempe, Senin (17/8/2020), di Perumahan Buana Asri, Yogyakarta.

Sebagian personal anggota Komunitas DolBar’78 yang hadir dalam acara Merajut Kebersamaan, Senin (17/8/2020) malam, di Perumahan Buana Arsi, Yogyakarta. (Foto: Istimwa)

Personal DolBar’78 yang Hadir dalam pertemuan tersebut, Weko dari Semarang, Alin dari Tangerang. Sedangkan, Iim, Didik dan Bambang  D dari Yogyakarta. Dalam penjelasannya Bambang Darmadi, Dosen Senior ASMI Santa Maria dan juga anggota penasehat Bernasnews.com mengungkapkan. bahwa makanan tempe yang terbuat dari biji kedelai bagi masyarakat Indonesia bukanlah makanan yang asing.

“Sebab tempe telah berabad-abad lamanya menghiasi hidangan makan keseharian sebagai lauk pauk dan camilan. Sehingga makanan tempe menjadi menu sehari-hari yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kelas status sosial apapun,” ujar dosen yang humble itu.

Bambang Darmadi (kaos merah) sedang menjalaskan cara membuat tempe kedelai murni kepada anggota Komunitas DolBar’78. (Foto: Istimewa)

Menurut Bambang Darmadi, tempe memiliki nilai kandungan gizi yang cukup tinggi, protein dan vitamin B 12 yang begitu bermanfaat. “Untuk membuat tempe sangat mudah, ada kemauan dan perlu kesabaran. Kedelai yang telah melalui proses pemasakan kemudian ditaburi ragi atau inokulum (Jawa: usar),” pungkasnya.

Pertemuan yang dikemas sangat santai sambil membukus kedele itu, benar-benar dirasakan oleh personal DolBar’78 yang hadir. Dan merasakan pentingnya merajut kebersamaan dalam bersaudara dan bersahabat  yang telah terjalin 42 tahun lamanya kiranya tetap perlu dirawat keberadaannya. (zbd/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here