Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsKompetensi Profesi Jadi Syarat Wajib Tenaga Kerja

Kompetensi Profesi Jadi Syarat Wajib Tenaga Kerja

bernasnews.com – Ada berbagai alasan seorang tenaga kerja memerlukan standar kompetensi profesi. Bagi sebuah institusi pemberi kerja, kompetensi tersebut menjadi sebuah tolak ukur profesi apakah seseorang tersebut memenuhi standar atau tidak. Sementara bagi individu, kompetensi profesi memiliki beragam manfaat diantaranya dari menunjang peningkatan karir, gaji dan lain sebagainya.

Amarta Multi Corporation (AMC) Group kali ini memfasilitasi Unit Centra Gama Indovisi dalam pelatihan dan sertifikasi BNSP bagi untuk GIS hingga Profesi Geospasial. Proses ini berlangsung selama 3 hari yang dimulai sejak Senin (23/5/2022) lalu. Selama dua hari pertama, sebanyak 4 orang peserta dari Politeknik Negeri Lampung.

Penanggung jawab PUK Jogja Training and Career Centre (JTCC), Doddy Haryo Sriwidodo mengatakan bahwa ada sejumlah unit kompetensi yang dievaluasi berdasarkan portofolio dan pembekalan yang telah mereka dapatkan sebelumnya.

“Kemarin mereka diberi pembekalan apa yang akan diujikan hari ini. Fokus pembekalan itu adalah unit kompetensi untuk profesi mereka. Mereka menyiapkan portofolio untuk diujikan oleh accessor,” kata Doddy pada Rabu (25/5/2022).

Kegiatan ini menggandeng sejumlah pihak dalam hal ini diantaranya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Menurut Doddy hal ini perlu dilakukan lantaran setiap bidang profesi telah memiliki kompetensi dengan standar masing-masing.

“Pastinya kompetensi ini menjadi perangkat di Indonesia karena industri kemudian stakeholder memastikan tenaga kerja kompeten dimana mematikannya ialah melalui uji kompetensi. Setelah uji maka akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat itulah yang melekat pada mereka sebagai tenaga kerja dan wajib dipelihara kompetensinya setidaknya selama 3 tahun untuk kemudian diperbarui kembali,” katanya.

Dalam kegiatan kali ini, nantinya para peserta bakal mendapatkan dua sertifikat dimana salah satunya akan dikeluarkan oleh JTCC yang bakal menjadi salah satu portofolio dan syarat untuk mengikuti uji kompetensi.

“Ada dua jenis sertifikat yang pertama certificate of attendee atau sertifikat keikutsertaan pelatihan dan certificate of competence. Setelah dua hari pertama mengikuti diklat, peserta akan mendapat sertifikat keikutsertaan yang kami keluarkan. Kemudian sertifikat itu akan menjadi portofolio peserta ketika akan menghadapi uji kompetensi mereka. Itu juga menjadi syarat ikut kompetensi,” katanya.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments