Home News Komisi C DPRD DIY: Maksimalkan Transportasi Umum Ketimbang Ganjil Genap

Komisi C DPRD DIY: Maksimalkan Transportasi Umum Ketimbang Ganjil Genap

105
0
Pimpinan Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin S. Foto: Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Komisi C DPRD DIY tidak sepenuhnya mendukung rencana penerapan kebijakan ganjil genap kendaraan yang melintas di Malioboro maupun di jalan-jalan yang dinilai selalu padat bahkan macet di DIY. Sebab, kebijakan tersebut selain tidak efektif juga bisa menghambat roda ekonomi yang sudah terpuruk selama pandemi Covid-19.

Menurut Pimpinan Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga, yang perlu dilakukan Pemda DIY dalam hal ini Dinas Perhubungan DIY adalah memaksimalkan fungsi transportasi umum seperti Trans Jogja.

“Bila tujuan kebijakan ganjil genap untuk memperlancar arus lalu-lintas atau mengurangi kepadatan arus lalu-lintas maka yang harus dilakukan adalah membenahi sarana transportasi umum seperti Trans Jogja. Selain menambah jumlah armada, jangkauan rute juga lebih luas dan merata agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi,” kata Pimpinan Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga ketika dihubungi Bernasnews.com, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menurut Gimmy Rusdin, kebijakan ganjil genap kendaraan di Malioboro maupun di sejumlah ruas jalan yang dinilai padat baru dalam tahap wacana dan belum direalisasikan. Meski demikian, dari hasil kajian sementara kebijakan itu tidak efektif dan tidak cocok diterapkan di DIY.

Sebab hingga saat ini fasilitas transportasi umum yang disediakan pemerintah masih sangat terbatas sehingga tidak banyak pilihan bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan itu bisa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama masyarakat kecil yang sudah kesulitan akibat pandemi Covid-19.

“Kalau ditanya efektif atau tidak kebijakan ganjil genap, menurut saya fifty-fifty. Namun Komisi C menyarankan lebih baik membenahi transportasi umum ketimbang menerapkan kebijakan ganjil genap,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini.

Dikatakan, saat ini Komisi C DPRD DIY bersama Dinas Perhubungan DIY mengkaji masalah transportasi di DIY secara menyeluruh. Menurut rencana hasil kajian itu akan selesai November 2021 dan akan diumumkan kepada masyarakat.

Menurut Gimmy Rusdin, masalah utama transportasi di DIY, terutama di perkotaan, adalah terus bertambahnya jumlah kendaraan pribadi dan tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan. Akibatnya, terjadi kepadadatan bahkan kemacetan di ruas jalan tertentu terutama pada jam-jam sibuk pada pagi hari saat masuk sekolah dan kerja maupunsore pada jam pulang sekolah dan kerja.

Kepadatan semakin parah ketika musim liburan. Salah satu solusi adalah memaksimalkan transportasi umum agar masyarakat, terutama anak sekolah dan karyawan, menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here