Home News Kominfo Lakukan Rapid Test Covid-19 untuk Pekerja Media

Kominfo Lakukan Rapid Test Covid-19 untuk Pekerja Media

225
0
Para pekerja media mengikuti rapid test atau tes cepat Covid-19 di Kantor Kemenkominfo di Jakarta, Rabu (8/4/2020). Foto : Biro Humas Kemenkominfo

BERNASNEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan rapid test atau tes cepat untuk pekerja media dan pegawai Kominfo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Tes cepat dilakukan dengan sistem drive thru di Kantor Kementerian Kominfo untuk menghindari terjadinya kerumunan sekaligus mematuhi protokol pencegahan Covid-19 tentang physical distancing

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan bahwa pemeriksaaan bagi pekerja media dan pegawai diharapkan dapat menyajikan informasi awal tentang kondisi kesehatan pekerja media dan pegawai.

“Ini memang bukan untuk diagnosa Covid-19 secara langsung, tapi untuk melihat respon antibodi yang ada dalam tubuh. Dengan demikian hasil pengukuran akan menjadi deteksi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kita lalukan untuk pekerja media karena salah satu profesi yang paling berisiko adalah mereka,” kata Menteri Kominfo di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (8/4/2020), seperti dikutip Ferdinandus Setu
Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis (9/4/2020).

Para pekerja media mengikuti rapid test atau tes cepat Covid-19 di Kantor Kemenkominfo di Jakarta, Rabu (8/4/2020). Foto : Biro Humas Kemenkominfo

Dikatakan, inisiatif itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo. “Pak Jokowi menyatakan dalam situasi saat ini dibutuhkan gotong-royong dan  komunikasi yang baik. Nah, kami ingin memastikan kesehatan pekerja media agar tetap dapat menjalankan kerja jurnalistik dan tetap bisa menyampaikan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat,” tuturnya. 

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI yang berlangsung secara virtual, Selasa (7/4/2020), Menteri Johnny menyatakan pelibatan unsur pentahelix yakni pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha dan media dalam mendukung penanganan dampak Covid-19. 

“Kami memanfaatkan betul jejaring kerja sama pentahelix. Karena untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, hHarus kolaboratif dan sistematis. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait maupun pemerintah daerah. Kemudian juga dengan masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media,” tutur pria asal Manggarai, Flores, NTT ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here