Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsKOMAR Dorong Masyarakat Berpedoman Pada Pancasila dan UUD 45

KOMAR Dorong Masyarakat Berpedoman Pada Pancasila dan UUD 45

bernasnews.com – Konflik antar wilayah yang terjadi di Timur Tengah tak sekedar menjadi konflik biasa. Bagi Koalisi Masyarakat Anti Radikalisme (KOMAR) konflik tersebut membawa dampak yang luas bagi masyarakat Indonesia.

Di tengah kecamuk konflik yang terjadi tersebut, mereka mendorong agar penguatan pedoman pada Pancasila dan UUD 1945 ditingkatkan. Pasalnya saat ini ada berbagai paham selain keduanya yang berpotensi mengganggu ketentraman Tanah Air.

Ketua KOMAR sekaligus moderator diskusi, Jeki Irmansyah menjelaskan tentang konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah bermula dari perbedaan teologis yang hingga berkembang menjadi konflik yang bersifat politis berkepanjangan.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan bahwa konflik yang terjadi dulunya merupakan konflik antara Syiah dan Sunni yang berpaham Asy’ariyyah-Mâturîdiyyah. Dimana keduanya masing-masing menunjukkan eksistensi dan hegemoninya di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut selanjutnya berkembang menjadi konflik antara Iran yang Syiah dan Arab Saudi yang Salafi Wahabi.

“Kemunculan Sunni yang berideologi Salafi Wahabi ada sejak abad ke 18 M,” ujarnya dalam diskusi, Kamis (4/8/2022).

Tak hanya sebatas sejara, Jeki pun membahas lebih lanjut soal bagaimana dampak konflik tersebut ke Indonesia. Dalam penuturannya, Arab Spring yang terjadi di Suriah menjadi momentum signifikan dalam menunjukkan eksistensi dan hegemoni antara dua kubu itu.

“Dinamika politik di kawasan Timur Tengah pada dasarnya adalah konfrontasi idiologis antara mereka hingga saat ini,” sambungnya.

Gerakan Salafi yang makin menunjukkan eksistensinya dan Syi’ah yang identik dengan Taqiyyahnya, kata dia tetap berdampak terhadap keharmonisan antar agama dan paham yang plural di Indonesia, meskipun di Indonesia pada umumnya didominasi oleh Sunni yang berpaham Asy’ariyyah dan Mâturîdiyyah.

“Tetapi ketidakharmonisan Syi’ah dan Sunni yang mayoritas di Indonesia tetap berujung pada konflik yang tak kunjung usai,” lanjutnya.

Menanggapi persoalan yang terjadi itu, ia pun mengingatkan agar masyarakat terutama anggota KOMAR selalu berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945 serta mewaspadai paham di luar keduanya. Menurut dia Indonesia sudah memiliki Pancasila dan UUD 1945 sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tidak perlu memaksakan adanya gerakan atau ideologi lain.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments