Home News KOMABAR Karya Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM DIKTI 2021

KOMABAR Karya Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM DIKTI 2021

208
0
Tim PKM-PM Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yang beranggotakan 3 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yaitu Shinta Widyasari, Epi Indhi Saputri, dan Kresnandika Wirayudha. (Foto: Kiriman Shinta Widyasari)

BERNASNEWS.COM — Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting yang berpengaruh dalam keberlangsungan hidup manusia, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Bagi anak berkebutuhan khusus, terutama tunarungu membutuhkan media pembelajaran yang berbeda untuk meningkatkan kompetensi siswa. Termasuk pada kompetensi numerasi siswa tunarungu.

Oleh karena itu, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yang beranggotakan 3 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yaitu Shinta Widyasari, Epi Indhi Saputri, dan Kresnandika Wirayudha dengan dosen pendamping Kintoko, MPd berinovasi melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk pengenalan angka dengan media Komik Angka Bergambar (KOMABAR).

Dengan dibuatnya media pembelajaran ini, peserta didik dapat mengenali angka dengan mudah dan tentunya bersemangat karena menggunakan media berupa komik. KOMABAR ini ditujukan bagi siswa tunarungu di SLB B Karnnamanohara yang terletak, di Jalan Pandean II, Gang Wulung, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman.

“Program ini merupakan wujud pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyakarat yang telah lolos didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2021,” ungkap Shinta Widyasari.

Dikatakan, media KOMABAR ini memiliki konsep komik bergambar yang berisi materi angka 0 sampai dengan 9. Angka tersebut berupa pengenalan bagi siswa agar dapat memahami angka berikutnya dengan memuat gambar-gambar isyarat dasar.

“Melalui KOMABAR ini, siswa tunarungu yang masih kesulitan mengenal angka dapat lebih fasih, lancar, dan senang menggunakan media komik yang berwarna-warni sehingga lebih semangat belajar,” terang Shinta.

Salah satu anggota Tim PKM-PM UPY Kresnandika Wirayudha sedang melakukan sosialisasi KOMABAR pada seorang ibu siswa SLB B Karnnamanohara. (Foto: Kiriman Shinta Widyasari)

Selain itu, KOMABAR dilengkapi dengan latihan menebalkan angka sehingga peserta didik dapat berlatih menulis angka dengan benar. Program pengabdian ini berupa pendampingan pembelajaran peserta didik tunarungu tingkat TK dengan menggunakan KOMABAR yang dilaksanakan secara daring, mengingat kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan untuk melaksanan program secara tatap muka.

Kegiatan ini, lanjut Shanti, dibantu oleh orang tua yang memberikan bimbingan atau arahan untuk melaksanakan pembelajaran materi angka menggunakan media KOMABAR, dimana materi matematika tersebut berupa tema yang ada di dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum pelaksanaan program pengabdian, diadakan sosialisasi bagi guru dan orang tua agar lebih memahami program yang akan dilaksanakan secara online melalui channel youtube “Komabar 2021”.

“Sosialisasi tatap muka juga diberikan kepada orang tua atau wali murid secara bergantian ketika pembagian KOMABAR, pada hari Senin, 23 Agustus 2021, dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan. Tim PKM-PM juga memberikan alat tulis bagi siswa yang dapat digunakan sebagai peralatan dalam belajar di rumah.” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program ini, tim PKM-PM dibantu oleh Della selaku guru wali Taman 2 SLB B Karnnamanohara juga orang tua sebagai guru di rumah yang selalu memberikan arahan bagi anak untuk selalu belajar sehingga dapat mengetahui perkembangan siswa.

Program ini telah direncanakan sejak awal bulan Juni 2021 mulai dari observasi kondisi sekolah, masalah dan kebutuhan sekolah, desain sketsa, pewarnaan gambar, hingga validasi bahasa dan validasi media.

“Penerapan KOMABAR pada siswa tunarungu di SLB B Karnnamanohara, khususnya Taman 2 ini dilakukan selama 5 hari yang dimulai dari hari Senin, 23 Agustus 2021 hingga Jumat, 27 Agustus 2021. Siswa yang menggunakan KOMABAR terlihat antusias dan bersemangat belajar karena menggunakan media yang menarik,” beber Shinta.

Setelah penerapan KOMABAR pada siswa, selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi untuk mengetahui kompetensi dan pemahaman siswa tunarungu terhadap materi angka matematika yang lebih baik.

Hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui efektivitas media yang dibuat dengan perbandingan kemampuan siswa sebelum dan sesudah adanya KOMABAR, terutama siswa mampu mengenal angka dengan baik.

“Evaluasi dilakukan guna memperbaiki kualitas KOMABAR serta sistem pelaksanaannya sehingga KOMABAR tidak hanya dapat diimplementasikan di SLB B Karnnamanohara, namun juga untuk siswa tunarungu sekolah lain,” tutup Shinta Widyasari. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here