Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanKolaborasi Perguruan Tinggi, Industri dan Pemerintah Perlu Diperkuat

Kolaborasi Perguruan Tinggi, Industri dan Pemerintah Perlu Diperkuat

bernasnews.com – Setiap daerah pasti memiliki potensi yang berbeda-beda. Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, misalnya, memiliki potensi di bidang nanas dan gas alam. Mengutip pernyataan Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM kepada media bahwa ia berusaha menggali potensi yang ada di kota Prabumulih, di antaranya mengolah nanas dan memanfaatkan gas alam.

Untuk gas alam, semua masyarakat Prabumulih sudah 100 persen. Sekarang nanas dibuat inovasi, dimana selama ini daunnya terbuang jadi limbah kini diolah menjadi serat benang untuk membuat kain. Kain dari serat daun nanas sudah ada peminatnya terutama dari pulau Bali. Sekarang sedang menjajaki ke luar negeri terutama singapura.

Pernyataan tersebut menjadi materi diskusi yang diinisiasi oleh Sri Saptono Basuki, GM HRD PT Sritex, dengan tema Penguatan KolaborasiĀ Perguruan Tinggi, Industri dan Pemerintah di Solo, 17 Maret 2022 lalu.

Diskusi dihadiri Drs Aris Priadi MSi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kota Prabumulih didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih Isnendar ST sebagai utusan Ppmerintah. Selain Sri Saptono Basuki sebagai utusan industri, juga tampil Jerri Irgo utusan perguruan tinggi, sebagai Liaison Officer & Marketing Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Dalam diskusi itu, Sri Saptono melihat potensi kolaborasi kemitraan antara perguruan tinggi, tndustri dan pemerintah, khususnya pada industri olahan buah nanas dan produk turunannya. Kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan kerjasama produktif dengan output dalam proses bisnisnya industri pengolahan buah nanas dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Sementara Jerri Irgo mengatakan bahwa saat ini perguruan tinggi harus dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar dari para praktisi serta pelaku industri. Hal ini diperlukan untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dan siap menghadapi berbagai disrupsi yang terjadi.

Dikatakan, dunia perguruan tinggi sangat membutuhkan kolaborasi dengan para praktisi dan pelaku industri. Sebaliknya pelaku industri membutuhkan talenta dan inovasi dari perguruan tinggi, sehingga menuntut adanya kemitraan multi helix. Dengan terlibat pada progran ini, mahasiswa FTI UII di 6 Program Studi, yaitu Rekayasa Tekstil, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Mesin dan Informatika, diharapkan kelak memiliki mental socio entrepreneurship, leadership, dan literasi investasi yang memadai.

DiaAkhir diskusi Aris Priadi mengungkapkan bahwa nanas bukan hanya tanaman tumpang sari tapi dapat menjadi tanaman pokok masyarakat Prabumulih dengan hasilnya yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Besar harapan adanya segera langkah kongkrit dari para pihak. (*/lip)


spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments