Home Opini Kolaborasi Penta Helix terhadap Digital Government Selama Pandemi Covid-19

Kolaborasi Penta Helix terhadap Digital Government Selama Pandemi Covid-19

830
0
Alifia Laila Maghfiroh, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas AMIKOM Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Menjadi pemerintahan digital (digital government) berarti kegiatan di dalam pemerintahan melakukan berbagai layanan kepada stakeholder penta helix dengan birokrasi yang responsif dan fleksibel dan dapat mengekspresikan pandangan ataupun proses yang mudah. Dalam masa pandemi justru peran pemerintahan digital menjadi sorotan penting, dimana pemerintah harus memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan kegiatan pemerintahan selama work from home.

Saya mendapatkan gambaran materi adanya kolaborasi penta helix dengan digital government di masa pandemi ini saat mengikuti seminar prodi yaitu, egov voices program Studi Ilmu Pemerintahan pada tanggal 29 Agustus 2020 kemarin, dan mendapatkan beberapa hal yang perlu dibahas lebih dalam mengenai peranan pemerintah dengan kolaborasi penta helix selama pandemi ini, yang bertujuan untuk memudahkan dalam kegiatan sharing, sparing, dan problem solving permasalahan yang dihadapi oleh penta helix dengan digital government.

Penta helix merupakan sebutan yang saya ketahui setelah mengikuti seminar egov kemarin, merupakan sebutan dari komponen pihak pemerintah, swasta, dunia usaha dan bisnis, akademisi, dan masyarakat. Penta helix sangat berperan penting dalam leading democration khususnya untuk memerangi pandemi Covid-19. Karena dunia bisnis, swasta, akademisi dan pemerintah sendiri merupakan komponen penting yang ada di setiap negara yang dalam kinerjanya dapat memengaruhi masyarakat sekitar dan penyebaran pandemi Covid-19. Dunia bisnis dan swasta sangat memengaruhi ekonomi masyarakat karena sebagai patner dan pihak yang mendorong kemampuan masyarakat agar akademisi dan pemerintah berjalan dengan baik, maka dari penta helix juga harus memiliki kolaborasi yang unggul dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

Pemerintahan digital/digital government, selama pandemi ini memiliki peranan penting sebagai jembatan yang merupakan strategi pemerintah untuk memajukan dan memudahkan kegiatan dalam berbagai hal seperti, 1) Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pertemuan dan rapat yang tidak dilakukan secara tatap muka, sehingga dapat menurunkan tingkat penularan virus. 2) Memudahkan dalam pelayanan masyarakat karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. 3) Proses demokrasi yang lebih baik, karena transfer knowledge yang mudah dan pemecahan masalah (problem solving) lebih cepat dilakukan.

Sementara permasalahan yang saat ini dihadapi di masyarakat adalah, 1) Kurangnya kesadaran manajemen sumber daya manusia, sehingga antara pihak di dalam bidang penta helix seperti pemerintah (ASN) dan akademisi sendiri masih kurang kesiapan dalam menggunakan pemerintahan yang digital sehingga memunculkan pergeseran peran pemerintah. 2) Masih belum meratanya tingkat infrastruktur teknologi jaringan (digital devices) di berbagai daerah.

Selanjutnya, 3) Rendahnya literasi dan ICT masyarakat, sehingga masyarakat masih belum mampu untuk menggunakan pelayanan pemerintah secara digital. Contoh kasusnya di desa Saya sendiri di Wonsobo, dimana kegiatan pemerintahan masih dilakukan secara tatap muka karena rendahnya tingkat ICT di masyarakat. 4) Pihak swasta yang kurang tanggap dalam mengatasi permasalahan yang diakibatkan dari dampak pandemi. Banyak karyawan dan pegawai swasta yang diberikan PHK di tempat ia bekerja. 5) Kurangnya kesadaran dan kerjasama antara penta helix dan masyarakat.

Untuk itu, guna mengatasi permasalahan tersebut diperlukan kolaborasi dan komitmen antara komposer penta helix dengan adanya pemerintahan digital yang dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran penta helix untuk menggunakan digital government, seperti penggunaan website lapor covid, layanan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah secara online. Dan berbagai bantuan dari pihak swasta dan bisnis untuk memberikan pekerjaan online, serta pelaksanaan akademisi yang saat ini sudah berjalan baik, namun dirasa belum maksimal, dapat ditingkatan dengan adanya kolaborasi dan kesadaran komitmen penta helix dengan digital government. (Alifia Laila Maghfiroh, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas AMIKOM Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here