Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeEkonomiKolaborasi BI, ISEI dan KADIN Berdayakan UMKM

Kolaborasi BI, ISEI dan KADIN Berdayakan UMKM

BERNASNEWS.COM — UMKM di Indonesia, termasuk di DIY, mempunyai permasalahan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya. Permasalahan mereka  berkisar permodalan, pemasaran, inovasi dan kualitas produk, pengusaaan teknologi digital, dan manajemen usaha. Demikian diungkapkan oleh Budi Hanoto, Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Senin (14/2/2022), di rumah dinas Jalan Raya Darmo Surabaya.

“Dalam pengembangan UMKM tidak dapat dibebankan kepada pemerintah dan pelaku UMKM saja, namun diperlukan keterlibatan pemangku kepentingan yang lain,” ujar Budi Hanoto.

Menurut Budi, pemangku kepentingan tersebut dapat mencakup pentahelix yaitu Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Dunia Usaha (BUMN, KADIN dan Asosiasi Pengusaha lainya), Organisasi Profesi (ISEI dan PII), Lembaga Non Pemerintah  (BI dan Otoritas Jasa Keuangan, Perbankan) dan Media Massa (cetak dan elektronik).

Seperti diketahui sebelumnya Budi Hanoto pernah menjabat sebagai kepala BI Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen, Kepala BI DIY dan Wakil Kepala Perwakilan BI New York.

Dikatakan, upaya yang dilakukan pelaku UMKM untuk tumbuh serta berkembang, kemudian kebijakan serta program pemerintah untuk pengembangan UMKM merupakan hal yang diperlukan (necessary condition). “Selanjutnya untuk diperlukan keterlibatan pemangku kepentingan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki (sufficient condition). BI sendiri telah melaksanakan program pemberdayaan dan pendampingan UMKM agar dapat tumbuh dan berkembang menuju go digital dan go export,”tegas Budi Hanoto.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Pengalaman dan pengamatan Budi Hanoto selama bertugas di DIY, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengembangan UMKM sudah berjalan. Harus diakui keterlibatan tersebut harus lebih ditingkatkan, khususnya dalam hal sinergitas dan kolaborasi agar hasilnya lebih optimal. Secara khusus Budi mencermati keterlibatan ISEI dan KADIN di daerah.

“ISEI yang memiliki sumberdaya manusia yang kompeten dapat terlibat langsung dalam pemberdayaan dan pendampingan UMKM,” terang Budi.

Pengurus dan anggota ISEI sebagian besar berasal dari perguruan tinggi dapat menggandeng PTN/PTS untuk rekrutmen dosen dan mahasiswa dalam pemberdayaan dan pemberdayaan tersebut. Di samping itu, ISEI dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemda, BI, OJK, KADIN, dan Forum CSR. “Pendeknya ISEI dapat berkontribusi melalui dosen yang berkompeten yang didukung mahasiswa untuk melakukan pemnberdayaan dan pendampingan UMKM,” tegas Budi Hanoto.

“KADIN sebagai wadah bagi pengusaha  termasuk UMKM, dapat lebih meningkatkan kontribusinya dalam upaya UMKM naik kelas,” harapbya.

Menurut Budi, dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan termasuk BI dan ISEI, maka peran KADIN akan lebih optimal. “Sebaiknya setiap KADIN di daerah mempunyai badan atau lembaga di luar struktur organisasi untuk mendorong UMKM naik kelas,” pungkas Kepala BI Provinsi Jawa Timur, menutup obrolan santai dengan Y. Sri Susilo, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments