Home News KKPKC Mencari Solusi atas Berbagai Persoalan di Masyarakat

KKPKC Mencari Solusi atas Berbagai Persoalan di Masyarakat

141
0
TIM KKPKC Kevikepan DIY bersama sebagian umat Paroki St Yohanes Paulus II Brayut dan Anggota DPRD Sleman Danang Maharsa SE dalam acara dialog di Pendopo Gereja Paroki St Yohanes Paulus II Brayut, Sleman, DIY, Kamis (12/202020). Foto: Anton Sumarjana

BERNASNEWS.COM – Umat Katolik diajak untuk hadir dan bersedia menangani berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Persoalan-persoalan itu antara lain kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Narkoba, HIV/AIDS, lingkungan hidup dan persoalan yang terkait dengan radikalisme dan intoleransi.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KKPKC) Kevikepan DIY Romo Adolfus Suratmo Pr dalam acara dialog bertema Menyikapi Intoleransi dan Kekerasan yang dihadiri sekitar 100 tokoh umat Paroki St Yohanes Paulus II Brayut, Sleman, DIY yang duduk lesehan di Pendopo Brayut, Kamis (12/202020).

Romo Adolfus Suratmo Pr hadir bersama Tim KKPKC kevikepan DIY yaitu Agus Sumaryoto (Wakil Ketua), Eddy S, Miko (Sekretaris), Elis Setyaningsih (Bendahara) dan Anton Sumarjana (Litbang). Cyprianus Lilik, Sekretaris KKPKV Keuskupan Agung Semarang, juga turut hadir.

Ketua KKPKC Kevikepan DIY Rm Suratmo Pr, menjelaskan visi dan misi KKPKC kepada para tokoh umat Brayut, dalam dialog bertema “Menyikapi Intoleransi dan Kekerasan,” di Pendopo Brayut, Kamis (12/2/2020). Foto : Anton Sumarjana

Menurut Rm Suratmo, KKPKC yang merupakan komisi yang masih baru, merupakan amanat dari Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Subiyatmoko, yang dikenal dengan mottonya: mencari dan menyelamatkan (Quaerere et Salvum Facere).

“Gereja hadir di tengah-tengah masyarakat dengan melibatkan diri dalam persoalan yang ada di tengah masyarakat. Ruang lingkup yang ditangani komisi ini sangat luas, sehingga membutuhkan banyak orang yang mau bergerak dengan cepat. Ada persoalan yang terkait dengan Narkoba, HIV/Aids, dol tinuku menungso (human trafficking), KDRT, intoleransi dan lingkungan hidup. Inilah ruang lingkup persolan yang ditangani oleh KKPKC,” tutur Rm Ratmo.

Dengan banyaknya persoalan dalam masyarakat yang menjadi ruang lingkup KKPKC, Rm Ratmo mengajak warga/ umat Paroki Brayut untuk menjadi perpanjangan tangan Gereja KAS di tengah masyarakat.

“Semua yang hadir di sini mau ikut menangani persoalan yang ada di masyarakat itu belum cukup. Lebih banyak lagi yang mau terlibat, itu sangat baik,” ajak Rm Ratmo, yang bertugas di Paroki Klepu ini

Wakil Ketua KKPKC Kevikepan DIY Agus Sumaryoto mengungkapkan alasan mengapa umat Katolik perlu terlibat dalam berbagai persoalan hidup yang muncul di masyarakat. “Umat Katolik harus peduli dan mau melibatkan diri dengan menjadi solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat, karena sejak dibaptis, kita sudah diutus untuk menghadirkan damai di tengah masyarakat,” ujarnya.

Agus Sumaryoto lalu menceritakan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat DIY beberapa tahun terakhir. Salah satunya, kasus pemotongan salib di makam Pak Slamet, umat Katolik di Pringgolayan, Kotagede, beberapa waktu lalu. Di beberapa kasus inilah, KKPKC Kevikepan DIY hadir untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. (Anton Sumarjana, Litbang KKPKC Kevikepan DIY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here