Home Ekonomi Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di DIY Tumbuh Positif

Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di DIY Tumbuh Positif

54
0
Kepala Bagian Pengawasan IKNB, PM dan EPK OJK DIY Noor Hafid menyampaikan materi keynote speech dalam Seminar Nasional dan Pelatihan Perbankan Syariah yang diadakan Pengda Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kabupaten Sleman di The Alana Hotel dan Convention Center Yogyakarta, Sabtu (29/2/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Kinerja keuangan perbankan syariah di DIY bertumbuh positif dan rasio Finance to Deposit Ratio (FDR) sebesar 70,02 persen relatif stabil namun masih berada di bawah nasional sebesar 86,08 persen. Sementara rasio NPF cenderung mengalami penurunan kualitas yang tercermin dari rasio 2,11 persen (tahun 2018) menjadi 3,13 persen, namun relatif positif dibandingkan dengan nasional yang sebesar 3,32 persen.

Hal itu diungkapkan Noor Hafid, Kepala Bagian Pengawasan IKNB, PM dan EPK OJK DIY dalam Seminar Nasional dan Pelatihan Perbankan Syariah yang diadakan Pengda Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kabupaten Sleman di The Alana Hotel dan Convention Center Yogyakarta, Sabtu (29/2/2020). Seminar nasional yang diikuti 200 Notaris dari seluruh Indonesia itu menghadirkan narasumber dari MUI, OJK dan Pengurus Pusat INI yang juga praktisi.

Ketua Panitia Indro Putro SH saat menyampaikan laporan pada seminar nasional di Thel Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, Sabtu (29/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Menurut Noor Hafid, dilihat dari aset perbankan, pertumbuhan kinerja perbankan syariah secara year on year di DIY sebesar 15,15 persen menjadi Rp 8,2 triliun, pembiayaan tumbuh sebesar 6,00 persen menjadi Rp 4,7 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 15,66 persen menjadi Rp 6,7 triliun.

Melihat rendahnya pertumbuhan pembiayaan yang hanya Rp 4,7 triliun dibanding DPK yang mencapai Rp 6,7 tirliun, menurut Noor Hafid, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat DIY senang menyimpan uang daripada meminjam.

Sementara secara nasional, industri perbankan syariah yang terdiri dari 14 Bank Umum Syariah, 20 Unit Usaha Syariah dan 164 BPR Syariah menunjukkan perkembangan yang positif sampai dengan bulan November 2019. Baik aset maupun fungsi intermediasi mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan kinerja perbankan syariah yang meliputi Bank Umum Syariah (termasuk Unit Usaha Syariah) dan BPR Syariah secara year on year untuk aset tumbuh 12,87 persen menjadi Rp 522 triliun. Pembiayaan tumbuh 11,75 persen menjadi Rp 359 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,15 persen menjadi Rp 417 triliun. (lip)

Sementara itu,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here