Home Opini Kiat Jitu Pemasaran Online UMKM pada Masa Pandemi

Kiat Jitu Pemasaran Online UMKM pada Masa Pandemi

118
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen STIM YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM –Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tumbuh dan berkembang di negara disadari sepenuhnya merupakan keuntungan tersendiri. Sebab, dengan adanya pelaku usaha di bidang ini mampu menyerap tenaga kerja, meskipun saat ini hampir seluruh bangsa di dunia menghadapi situasi yang kritis dalam menanggulangi wabah virus Corona atau Covid 19

Kebutuhan akan industri UMKM di masa mendatang sangat diperlukan dengan alasan yang disebutkan di atas. Sehingga secara otomatis akan mampu mengurangi atau bahkan menanggulangi pengangguran. Namun di sisi lain perlu pula dipahami, bahwa sekarang ini kita telah masuk pada era revolusi industri 4.0, yang notabene teknologi sebagai pemain utama.

Oleh karena itu pengenalan teknologi bagi pelaku UMKM sifatnya wajib sehingga agar masa depan UMKM di negeri ini dapat membawa angin segar bagi perekonomian negara kita. Dengan uraian tersebut menegaskan bahwa apa pun yang terjadi setiap pelaku UMKM harus melek teknologi, sehingga akan mampu bersaing secara positif di era sekarang ini. Itulah sebabnya mengapa sekarang kita banyak melihat pelaku UMKM menerapkan pemasaran secara online.

Perkembangan media sosial (medsos) menjadi peluang pasar yang besar bagi setiap pelaku usaha, tak terkecuali pelaku UMKM. Karena muncul satu cara baru dalam memasarkan atau menjual produk, yaitu lewat media sosial atau medsos/ internet. Penjualan sebelumnya dilakukan dengan cara tatap muka dengan pembeli secara langsung membuka toko atau gerai kini beralih melalui pembelian secara online dengan media lain, yakni berupa katalog toko online, baik dengan web sendiri, Marketplace atau media sosial.

Namun di sisi lain tak dapat disangkal atau dipungkiri bahwa terkadang pelaku usaha akan kehabisan waktu dalam mengelola media sosial, sehingga banyak interaksi dari calon pembeli yang tak dapat dikonversi menjadi sebuah bisnis atau pembelian produk. Hal ini tentu saja disayangkan, sebab akan dapat menimbulkan rasa tidak percaya atau menimbulkan keraguan pihak pembeli terhadap toko atau akun media sosial kita.

Oleh karena itu para pelaku UMKM yang telah menggunakan media sosial sebagai ujung tombak pemasaran, perlu kiranya memperhatikan hal-hal mendasar dalam membuat atau menjalankan strategi pemasaran online, seperti berikut ini :

Bedakan medsos usaha dan pribadi

Secara tegas disadari masih banyak pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya yang menggunakan akun media sosial pribadi untuk berjualan atau memasarkan produk yang dibuat. Meski hal ini tidak keliru sepenuhnya, namun akan menjadi lebih tepat kalau dalam menjalankan usaha tersebut menerapkan atau menggunakan akun media sosial usaha, agar mampu membangun citra produk yang dijualnya.

Sebab melalui akun ini mereka akan mampu memberikan informasi mengenai produk yang ditawarkan ke konsumen, sehingga konsumen akan mengenal produk secara lebih luas dan jelas, bukan sekadar mengenal siapa kita bila menggunakan akun media sosial pribadi. Dan dengan menggunakan akun media sosial usaha akan nampak semakin profesional.

Hal ini juga telah didukung atau diinisiasi oleh platform media sosial yang ada, seperti dapat dilihat di Facebook, Instagram dan WhatsApp, dimana ketiga media sosial ini sangat mendukung akun bisnis dan memisahkan antara akun bisnis dengan akun pribadi.

Menggunakan nama yang sama di berbaga medsos

Di samping hal terseut di atas, maka pelaku usaha perlu memiliki kesamaan nama di akun yang satu dengan akun yang lain. Oleh sebab itu ketika akan membuat media sosial ada baiknya sekaligus keseluruhan media sosial yang dibuat perlu cek dulu apakah nama tersebut masih tersedia juga di platform media sosial yang lain.

Usahakan nama akun sederhana, mudah diingat dan mampu menjelaskan tentang jenis usaha. Jangan sampai nama akan sulit dalam pengetikan atau pengejaan. Misal menjual bola, maka ada baiknya mengandung kata bola di akun media sosialnya.

Akun medsos harus aktif dan melakukan post secara rutin

Dalam menjalankan pemasaran online, pelaku UMKM harus memastikan akan media sosial yang dimiliki selalu aktif. Hal ini sangat penting karena calon konsumen akan melihat kapan terakhir up date dari akun, sehingga kalau sudah lama tidak melakukan up date akan dapat menimbulkan prasangka ragu-ragu pada diri pembeli, dan menganggap bahwa kita sudah tidak menjual produk itu lagi. Oleh sebab itu perlu rencana yang pasti untuk membuat platform di media sosial yang dikelolanya.

Postingan tidak harus tentang produk yang ditawarkan, tetapi juga hal lain yang sifatnya memberi informasi bermanfaat bagi publik. Misal pelaku UMKM yang bergerak di bidang kerajinan sangkar burung, maka dapat membuat posting tentang kegunaaan sangkar burung, tentang jenis sangkar burung, cara merawat atau membersihkan sangkar burung, dan sebagainya yang berkaitan dengan produk atau bidang usaha yang dijalankan.

Ciptakan tanda pagar (hashtag) yang mencirikan usaha

Baik pengguna media sosial Instagram, Facebook, Twitter pasti mengenal tanda pagar (#). Buatlah tanda pagar yang unik, dan mencerminkan usaha yang dijalankan, sehingga pembeli dapat menemukan usaha kita tidak hanya dari akun media sosial kita, tetapi juga dari tanda pagar yang kita buat. Perlu dipahami sebaiknya kita buat tanda pagar sendiri yang menjadi ciri usaha yang dijalankan dan selalu gunakan tanda pagar tersebut dalam setiap postingan.

Bangun interaksi dengan calon pembeli

Membangun interaksi dengan calon pembeli juga sanga penting, meskipun kita sudah melakukan strategi penjualan, membuat posting dan aktif di media sosial. Untuk itu banyak cara dapat ditempuh, di antaranya menyukai postingan mereka, mengomentari postingan pembeli dan jangan lupa selalu melakukan interaksi dengan mereka atau pembeli.

Jika kita menemukan akun yang pernah membeli produk kita, sapa mereka lewat komentar atau pesan langsung. Jalin komunikasi, tanyalah khabar mereka dan usahakan natural bukan untuk jualan. Karena hubungan baik akan mampu menciptakan peluang pasar yang lebih baik di masa yang akan datang.

Kelima hal di atas cukup sederhana namun seringkali sebagai pelaku UMKM atau pelaku usaha tidak melakukan dengan serius, sehingga boro-boro mendapatkan pembeli di media sosial, namun justru ditinggalkan pasar di media sosial, sehingga mengakibatkan usaha atau bisnis yang dijalankan menjadi sia-sia atau percuma, bahkan akan menimbulkan kerugian yang cukup besar, yang bukan menjadi harapan setiap pelaku usaha dan pelaku UMKM.

Ingat dunia usaha era digital terus berkembang dan strategi mengenai bisnis online juga turut berkembang mengikuti platform yang kita gunakan. Oleh karena itu sembari melakukan kelima hal di atas, pelaku usaha dan pelaku UMKM harus selalu memperbaharui pengetahuan tentang perkembangan dunia digital lewat pelatihan UMKM dan sebagainya. Semoga bermakna dan salam UMKM. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here