Keuskupan Agung Semarang Meniadakan Perayaan Pekan Suci

    559
    0
    Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat membersembahkan Misa Mingguan secara online, pekan lalu. Foto : Herman Tony

    BERNASNEWS.COM – Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko memperpanjang masa darurat peribadatan dengan meniadakan semua kegiatan kegerejaan yang melibatkan banyak orang sampai 30 April 2020 atau sampai ada kebijakan baru.

    Hal ini dilakukan mengingat perkembangan situasi dan kondisi terkait dengan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakin merebak dimana-mana, dengan memperhatikan Dekret Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen No 153/20, tanggal 19 Maret 2020 tentang Perayaan Pekan Suci di masa COVID-19, kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah serta masukan-masukan dari banyak pihak.

    Dalam surat edaran Nomor 0338/A/X/20-15 yang dikeluarkan pada Senin (23/3/2020), Uskup KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko mengatakan, kegiaran kegerejaan yang ditiadakan hingga 30 April 2020 tersebut antara lain Perayaan Pekan Suci, Misa Mingguan, Misa Harian dan Misa Ujud, baik di gereja, kapel maupun lingkungan. Dan sebagai pengganti akan dilaksanakan misa online melalui live streaming (youtube) dan radio.

    Selain itu, penerimaan Sakramen Baptis bagi katekumen yang sudah dipersiapkan. Pelaksanaannya ditunda sampai situasi dan kondisi memungkinkan. Kemudian, pengakuan dosa, baik secara masal maupun secara pribadi. Dan semua kegiatan bersama seperti renungan APP, Jalan Salib, kursus-kursus dan pembinaan iman, rapat, latihan-latihan dan pertemuan-pertemuan lain.

    Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat memimpin misa secara online, Minggu (22/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

    Menurut Mgr Robertus Rubiyatmoko, selama masa darurat peribadatan, terutama dalam Pekan Suci, para Imam tetap wajib merayakan Ekaristi dan ibadat di komunitas masing-masing tanpa melibatkan umat dari luar komunitas. Panduan teknis merayakan Pekan Suci bagi para Imam akan dikeluarkan oleh Komisi Liturgi KAS dengan mengacu pada Dekret Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen No 153/20, tanggal 19 Maret 2020.

    Kemudian, rekoleksi Imam untuk persiapan pembaruan Janji Imamat dilakukan secara serentak di pastoran dan komunitas masing-masing atau secara pribadi, mulai 6 April 2020 pukul 17.00 sampai dengan 7 April 2020 pukul 12.00, yang diakhiri dengan Doa Pembaruan Janji Imamat di hadapan Tuhan. Panduan dan bahan rekoleksi akan dikirimkan oleh Panitia.

    Sementara pelaksanaan Misa Krisma pemberkatan minyak ditunda dan akan ditentukan kemudian. Sedangkan pelayanan pengurapan orang sakit dan pemberkatan jenazah tetap diberikan dengan memperhatikan unsur keamanan kesehatan, kecuali ditentukan lain oleh Dinas Kesehatan.

    “Karena selama masa darurat peribadatan sejak 20 Maret sampai dengan 30 April 2020 perayaan Ekaristi dilaksanakan secara online, maka juga tidak ada kolekte umat. Sebagai konsekuensinya, pada bulan Maret dan April 2020 paroki-paroki tidak mempunyai kewajiban mengirimkan Dana Solidaritas Paroki (DSP) dan Kolekte Pelayan Gereja (KPG),” demikian Mgr Robertus dalam surat edarannya.

    Menurut Mgr Robertus, akan diadakan penggalangan dana secara online untuk penanggulangan Covid-19 yang akan dikelola sepenuhnya oleh Karina KAS melalui rekening atas nama Keuskupan Agung Semarang yang akan diinformasikan kemudian. Karena itu paroki-paroki dan kelompok-kelompok kategorial tidak perlu mengadakan penggalangan dana serupa secara online. (lip)



    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here