Home News Ketum PP Pemuda Katolik: Tantangan Pemerintah adalah Tantangan Pemuda Katolik

Ketum PP Pemuda Katolik: Tantangan Pemerintah adalah Tantangan Pemuda Katolik

136
0
Ketua Umum PP Pemuda Katolik Periode 2021-2024 Stefanus Asat Gusma. Foto: Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Pandemi Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi Indonesia menjadi salah satu perhatian utama dari Pemuda Katolik sekaligus menjadi panggilan untuk memberikan kontribusi aktif membantu pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.

Sebab, pandemi Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi merupakan persoalan kebangsaan dan menjadi tanggungjawab semua komponen anak bangsa tak terkecuali Pemuda Katolik. Untuk itu dibutuhkan sinergisitas dari berbagai lintas sektor untuk mengatasinya.

“Bagi kami, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia juga merupakan tantangan Pemuda Katolik,” kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik Periode 2021-2024 Stefanus Asat Gusma pada acara Dies Natalis ke-76 Pemuda Katolik RI, Senin 15 November 2021.

Menurut Stefanus Asat Gusmayang baru terpilih menjadi Ketua Umum PP Pemuda Katolik Periode 2021-2024 dalam Kongres PP Pemuda Katolik di Semarang, Sabtu 13 November 2021 itu, selain soal penanganan pandemi Covid 19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional, Pemuda Katolik juga memberikan perhatian penuh terkait dengan isu geopolitik, keamanan, terorisme, era digital, moderasi beragama dan lingkungan serta tak kalah penting tentang tahun politik 2024.

Dari beberapa isu penting tersebut maka dalam tiga tahun ke depan di bawah kepemimpinannya, Pemuda Katolik tengah berfokus pada 7 hal program pokok, pertama melakukan konsolidasi organisasi dalam mengkolaborasikan semua struktur resmi terkait dengan proses kaderisasi dan konsolidasi struktural organisasi.

Kedua, menata dan mendistribusikan kader dari semua bidang potensi, minat dan kompetensi untuk mengambil peluang pengembangan kader yang tersedia. Ketiga, melakukan media handling dan digitalisasi program dalam menghadirkan eksistensi organisasi yang dapat diakses oleh semua pihak secara terbuka, berkala dan kekinian.

Keempat, menciptakan inkubator bisnis kader dengan harapan menguatkan kerja organisasi. Kelima, mengkolaborasikan kegiatan advokasi dan bantuan hukum dari level kepengurusan komisariat cabang hingga pusat untuk memenuhi perjuangan konkrit organisasi di tengah komunitas. Keenam, mengkolaborasikan potensi kader terutama cluster akademisi dan pengamat untuk menguatkan organisasi dalam mengawal kebijakan pemerintah dari pusat hingga daerah. Dan ketujuh, menempatkan secara khusus isu kebangsaan, HAM dan Papua untuk membangun persepsi kebangsaan masyarakat Papua yang utuh, khas dan berpegang teguh pada nilai luhur para leluhur Papua.

“Tujuh program pokok tersebut merupakan desain besar konsolidasi organisasi berbasis potensi dan sumber daya kader Pemuda Katolik yang nantinya kami kerjakan dengan metode kerja yang lebih terukur demi terwujudnya Pemuda Katolik sebagai organisasi basis yang mandiri, kontekstual dan berdaya saing ” kata Gusma dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com pada Senin, 15 November 2021.

Pada kesempatan itu, Stefanus , mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena Pmuda Katolik masih diberikan kesempatan untuk hadir dan terlibat dalam menjawab tantangan perubahan zaman yang berkembang terlebih dihadapkan dengan situasi pandemi Covid – 19 yang diharapkan dapat segera berakhir dan kembali pulih sediakala.

“Dalam memperingati Dies Natalis ke 76 kali ini yang bertemakan Pemuda Katolik Tangguh, Indonesia Pulih, saya menyampaikan harapan kepada pemerintah untuk serius dalam pengendalian Covid -19 sekaligus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi secara nasional,” ujar Gusma. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here