Home News Ketua Kesi Paseban Kelurahan Panembahan Imbau Warga untuk Selalu Cek Talang Air

Ketua Kesi Paseban Kelurahan Panembahan Imbau Warga untuk Selalu Cek Talang Air

503
0
Ketua Kelurahan Siaga Panembahan Sehat Berbudaya, Agamais dan Nyaman (Kesi Paseban), Putu Agung memaparkan pentingnya, Protokol Kesehatan, PHBS dan CTPS dalam menyikapi New Normal, Minggu (14/6/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Dalam menyikapi era New Normal kedepan nantinya kita harus bisa “bersahabat” dengan virus Covid-19. Artinya, masing-masing warga agar sadar diri untuk antisipasi secara mandiri terhadap virus dengan patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Juga perbanyak wawasan atau pengetahuan tentang kesehatan, serta tingkatkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), terutama kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir.

Ketua Kesi Paseban, Putu Agung (tengah) sedang memaparkan kesiapan diperlakukan New Era dan PHBS kepada pengurus RT 24-28 se RW 08 Suryoputran, Minggu (14/6/2020), di Pos Darurat Covid-19 Ndalem Prabadikaran, Jalan Pesindenan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Hal itu disampaikan Putu Agung selaku Ketua Kelurahan Siaga Panembahan Sehat Berbudaya, Agamais dan Nyaman (Kesi Paseban), dalam kegiatan Penyemprotan Disinfektan ke 23 RW 08 Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Minggu (14/6/2020). “Juga jangan sampai terlena dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebarkan oleh nyamuk, sebab kita berada di negara tropis yang selalu berdampingan dengan musim penghujan dan panas. Minimal seminggu sekali harus melakukan pembasmian sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus,” ungkap Putu Agung.

Suasana persiapan kegiatan penyemprotan disinfektan yang ke 23 RW 08 Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Priya peranakan BaJa (Bali Jawa) yang masih lajang ini menambahkan, bahwa talang-talang air di atas rumah juga perlu dicek apakah ada genangan air atau tidak. “Sebab menurut teori Yayasan Tahiya, air dengan suhu yang hangat sangat disukai oleh nyamuk untuk tempak menetas telornya lebih cepat, yang tadinya 7-10 hari di air hangat netasnya lebih cepat. Selain talang, cek dispenser dan pembuangan air di almari es (kulkas). Warga juga harus hati terhadap Leptosipirosis dari kencing tikus,” terang Putu.

Kegiatan penyemprotan di RW 08 Suryoputran selalu diawali dengan penyampaian paparan oleh Ketua RW 08 Suryoputran dan nara sumber lainnya tentang perkembangan kekinian terkait kesehatan dan Covid-19. Juga doa keselamatan oleh sesepuh kampung. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara Ketua RW 08 Suryoputran, Seno Pratomo menjelaskan, bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan setiap hari Rabu dan Minggu akan dilakukan secara konsisten hingga ada pemberi tahuan resmi dari pemerintah soal perkembangan kondisi terkait Covid-19.

“Kegiatan penyemprotan inisiasi dari Ketua Kampung (RK) Suryoputran tetap kami lakukan dengan konsisten, walau ada beberapa wilayah yang telah melempem tidak lakukan lagi. Apalagi ada pengarahan dari Ketua Kesi Paseban tentang bahaya nyamuk dan kencing tikus, semakin mantap setidaknya kegiatan ini juga bisa untuk antisipasi,” tegas Seno Pratomo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here