Home Pendidikan Ketika Siswa Rindu Ketemu Teman dan Guru di Sekolah

Ketika Siswa Rindu Ketemu Teman dan Guru di Sekolah

4544
0
Ika Safitri Purwandari (9D). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Dengan diberlakukannya pembelajaran di rumah secara daring di MTsN 6 Kulon Progo, sejak Jumat (20/3/2020) lalu, aneka perasaan berkecamuk dalam diri parai siswa, terutama adanya rasa rindu untuk bisa bersama-sama belajar lagi secara tatap muka dengan teman dan bapak ibu guru.

Sarah Suci Khairani (9B) sebenarnya merasa senang dengan pembelajaran jarak jauh karena bisa istirahat dari kegiatan di sekolah, memiliki banyak waktu bersama kedua orangtuanya. Namun dia merasa tugas yang dibebankan guru masih terlampau banyak.

Sementara Ika Safitri Purwandari (9D) merasa enjoy belajar di rumah karena kapan saja bisa santai rebahan di rumah kalau tidak ada tugas, tidak terburu-buru mandi pagi dan sarapan dan kalau jenuh bisa bermain di sekitar rumah. Bahkan bisa belajar sambil ngemil. “Saya sudah rindu kejahilan dan kegokilan teman di sekolah, dan kalau ada tugas yang sulit tidak bisa bertanya dengan teman,” imbuh Ika.

Sarah Suci Khairani (9B). Foto : Istimewa

Sambil belajar di ruma, Ika sempat membuat pantun yang menggambarkan keadaannya di rumah. Burung kenari hinggap di pagar, Dia sedang makan blimbing. Tugasnya banyak tak kelar-kelar, Kepala pusing tujuh kelling.

Sedangkan Talitha Sahda Yumna Santoso (9B) merasa cukup senang saat pembelajaran di rumah karena pat belajar bersama orang tua lebih lama, bisa berkumpul dengan keluarga. Namun, ia juga rindu dengan suasana belajar di sekolah.

Namun lagi dengann Siti Rokhalim (9B). Ia merasa sangat malas dan bosan belajar di rumah. Namun demikian ia berusaha agar tetap bisa mengerjakan tugas yang diberikan bapak/ibu guru. “Ada beberapa alasan mengapa saya merasa malas dan bosan. Pertama, saya merasa sangat rindu dengan teman-teman. Kedua, saya rasa belajar di rumah kurang efektif, karena siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru mapelnya tidak langsung dikerjakan,” terangnya.

Bagi Alif Amirudin (9D, belajar di rumah sebenarnya tidak seasyik belajar di sekolah, belajar di sekolah seru karena banyak teman. Belajar di rumah sendirian dan membosankan. Tetapi di rumah menyenangkan juga karena bisa belajar sambil mendengarkan musik, makan dan nonton televisi.

Waka Urusan Kesiswaan Drs Sutanto. Foto : Istimewa

Menurut Waka Urusan Kesiswaan Drs Sutanto semua yang terjadi dan dialami mesti diambil hikmahnya. Pertama, waktu bersama dengan orangtua akan semakin banyak, sebab sesungguhnya lingkungan keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama.

Kedua, siswa semakin terasah untuk belajar secara mandiri tidak terlalu bergantung kepada guru. Ketiga, siswa terasah dalam memanfaatkan teknologi, sebab teknologi sudah tidak bisa dipisahkan dari setiap nadi kehidupan. Dan keempat, mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo Imam Syamroni S.Pd menggarisbawahi apa yang disampaikan Sutanto. Sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan siswa dan orangtua maka madrasah juga harus mengikuti instruksi berjenjang dari Kemenag Pusat, Kanwil Kemenag DIY dan KanKemenag Kulon Progo.

“Segala kebijakan yang diambil oleh Kemenag terkait dengan pembelajaran jarak jauh dan upaya memutus mata rantai Covid-19 telah melalui kajian yang mendalam. Hal itu demi kebaikan bersama agar situasi segera pulih seperti sediakala. Apabila keadaan telah normal maka proses pembelajaran tatap muka akan berlangsung kembali,” kata Imam. (lip)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here