Home Pendidikan Asyiknya Kado Buku

Asyiknya Kado Buku

111
0
Sejumlah buku yang ditulis dan bertujuan untuk kado kepada seseorang atau lembaga yang berulang tahun. Kalau pemberian kado buku dapat memasyarakat dan dilestarikan, kiranya dapat membantu Gerakan Literasi Nasional. Foto : YB Margantoro.

BERNASNEWS.COM – Siapa yang pernah memberi kado buku atau siapakah yang pernah menerima kado buku? Pertanyaannya bisa dilanjutkan, yakni bukunya tentang apa, kapan memberikan, di mana memberikan, mengapa memberikan dan bagaimana memberikan kado buku?

Pemberian kado dari seseorang kepada seseorang yang lain, kiranya sudah hal yang lazim di masyarakat. Hal itu kebanyakan dilakukan orang ketika ada acara ulang tahun, perkawinan, perlombaan, bingkisan dari mereka yang lulus dari sekolah, atau peristiwa lainnya. Isi kado tentu dapat beragam, sesuai dengan selera pemberi atau penerima, sesuai dengan momentum tertentu atau keperluan tertentu

Memberikan kado sebuah buku tentu sebuah pilihan. Buku kita pahami laksana “jendela dunia” atau “jendela ilmu pengetahuan”. Dunia pendidikan dan peradaban tidak mungkin mengabaikan buku. Artinya, buku menjadi bagian penting bagi setiap upaya pengembangan diri dan sekaligus penanda peradaban. Kalau pilihan mengkado buku ini dapat menjadi sebuah gerakan yang konsisten dilakukan oleh masyarakat, rasanya kita boleh bersyukur dan senang, sikap cinta buku menuju terwujud.

Dalam sebuah keluarga di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/6/2021) ada perhelatan ulang tahun ke-6 si kecil. Sebagaimana lazimnya ulang tahun, ada sedikit kemeriahan dengan hadirnya beberapa anak kecil, ada balon, ada potong kue, ada nyanyian selamat ulang tahun, ada bingkisan untuk dibawa pulang anak-anak. Karena masih dalam suasana pandemi Covid 19, semua acara diselenggarakan dengan protokol kesehatan.

Hal yang menjadi sedikit berbeda, atau dapat dikatakan istimewa adalah, ibu dari gadis kecil yang berulang tahun itu menyiapkan kado buku bagi puterinya. Buku yang dikerjakan sendiri dengan penuh cinta. Isinya tentang perjalanan singkat puterinya sebagai youtuber cilik, foto-foto cover tampilan video di Youtube, foto-foto si kecil, dan sedikit refleksi. Judul buku itu adalah : Diary Hazel : Di Sini Senang Di Sana Senang.

Mengapa Memberi Kado Buku?

“Ya, karena puteri kami ini memang suka buku. Dia sangat suka kalau diajak ke toko buku. Dia selalu minta dibelikan dua buku bacaan. Satu buku habis dibaca dalam perjalanan pulang. Satu buku habis dalam beberapa hari,” kata Agatha, ibu muda itu.

Menurut Agatha, pemberian kado buku di usia 6 tahun puterinya Hazel ini sebagai penanda dan apresiasi atas karyanya yang sudah masuk dalam tayangan Youtube Kid. Dia bersyukur, puterinya yang siap menuju kelas satu sekolah dasar ini sangat antusias dalam belajar, membaca, bermain dan tentu saja beryoutube ria.

Langkah yang ditempuh Agatha dalam membimbing puterinya dalam berkreasi, khususnya menanamkan rasa cinta kepada buku dan memberikan kado buku di ulang tahun Hazel ke-6,patut diapresiasi.

Dalam kesempatan terpisah, beberapa person atau komunitas juga pernah memberikan kado buku kepada seseorang atau lembaga yang berulang tahun atau keperluan khusus. Misalnya tiga penulis (YBM, HGJ dan WW) yang mengkado buku bertajuk Tiga Pemulung Kata bagi almamaternya yang berulang tahun ke-70 pada tahun 2018.

Kemudian Komunitas Peresensi Buku (KPB) melalui buku berjudul Surat Guru kepada Kepala Perpusnas RI saat Hari Buku Nasional dan HUT ke-40 Perpusnas RI pada 17 Mei 2020. Atau ada lagi Eni Estuti Sabaryati S.Ag MPd (Wakil Kepala SMP Negeri 1 Ngaglik, Sleman, DIY) yang mengkado buku kepada ayahnya saat berulang tahun. Judul bukunya, Sujarwo, BA : Menabur Kebaikan Menuai Kebaikan.

Siapa mau mengkado buku atau menerima kado buku. Marilah kita suka membaca, menulis dan berkarya. Salam literasi. (YB Margantoro, Praktisi Media dan Pegiat Literasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here