Home News Ketika Gun Nugroho Tak Lagi Menyapa, Karyawan pun Bertanya-tanya

Ketika Gun Nugroho Tak Lagi Menyapa, Karyawan pun Bertanya-tanya

616
0
Almarhum dr Gun Nugroho, Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat (kedua dari kanan). Foto : Istimewa
Dirut PT BP KR Dr Gun Nugroho Samawi (kedua dari kanan) bersama adkinya, Drs HM Idham Samawi (kanan). Foto : KRJogja.com

BERNASNEWS.COM –Sejak grup WA KR Sinergi dibentuk, setiap sekitar pukul 01.00 dinihari, Dirut PT BP Kedaulata Rakyat dr Gun Nugroho Samawi selalu mengirim pesan dan menyampaikan salam : “Assalamualaikum wr wb”. Namun hingga Rabu (29/5/2019), dr Gun Nugroho tidak mengirimkan salam seperti biasanya.

“Ada apa ya kok Pak Gun malam ini tidak mengucapkan salam,” bisik Sihono HT, Pemimpin Redaksi Minggu Pagi (KR Group), seperti diungkapkannya kepada Bernasnews.com, Rabu (29/5/2019) pagi.

Namun, menurut Ketua PWI Cabang Yogyakarta ini, tak lama kemudian Direktur Umum PT BP KR M Wirmon Samawi pada Rabu (29/5/2019) pukul 04.16 mengirim kabar duka yang berbunyi : “Innalillahi wa inailaihi rojiun. Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak dr Gun Nugroho Samawi di RS Panti Rapih kurang lebih jam 02.20. Mohon dimaafkan segala dosa beliau baik disengaja maupun tak disengaja.”

Tentu saja kabar duka tersebut membuat para karyawan KR terkejut. Betapa tidak, dr Gun Nugroho sebelumnya tak mengeluh sakit, apalagi opname di rumah sakit. Menurut Pemred KR Octo Lampito, almarhum masuk RS Panti Rapih setelah mengikuti sholat taraweh karena mengeluh sakit di pingggang.

“Habis taraweh, Pak Gun mengeluh sakit pinggang lalu dibawa ke RS Panti Rapih. Dan pada sekitar pukul 02.20 WIB, beliau dinyatakan meninggal dunia,” kata Octo Lampito saat dihubungi Bernasnews.com, Rabu pagi.

Dr Gun Nugroho Samawi yang merupakan kakak kandung dari Drs HM Idham Samawi, Anggota DPR RI dan mantan Bupati Bantul dua periode, lahir di Jogja pada 19 September 1948. Almarhum yang bertempat tinggal di Taman Griya Indah I A/130, RT 003 Sumberan, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul ini meninggalkan seorang istri Mimin Sulistinahdan anak yakni Yoshimulia, Yuriya SE, Agus Purnama dan dr Monika Nurhasanah.

Sebelum menjabat Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, alumni Fakultas Kedokteran UGM tahun 1976 ini menjadi Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran YARSI Tahun 1977-1987, menjadi wiraswasta tahun 1987-2009, menjadi Komisaris Utama PT BP Kedaulatan Rakyat tahun dan sejak tahun 2011 hingga akhir hayatnya menjadi Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat.

Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga, Trienggo, Bantul pukul 12.00 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Taman Griya Indah I A/130, RT 003 Sumberan, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here