Home News Kesulitan Akses Aplikasi Peduli Lindungi dan Batasan Umur, Salah Satu Penyebab Mall...

Kesulitan Akses Aplikasi Peduli Lindungi dan Batasan Umur, Salah Satu Penyebab Mall Masih Sepi

157
0
Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Presentase pengunjung di mall yang diuji coba masih belum maksimal. Hal itu salah satunya disebabkan batasan usia pengunjung yang berusia di atas 12 tahun dan di bawah 70 tahun, sudah vaksin dan harus memiliki aplikasi peduli lindungi.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, Kamis (2/8/2021), di Sleman City Hall, Denggung, Kabupaten Sleman, DIY. “Uji coba pembukaan telah dilakukan di lima mall dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Sleman, sejak 24 Agustus 2021, diantaranya Jogja City Mall, Hartono Mall, Sleman City Hall, Ambarukmo Plaza dan Transmart,” ungkapnya.

Uji coba pembukaan mall dan pusat perbelanjaan di Sleman telah berlangsung lebih dari sepekan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan Pemkab Sleman, memang masih ditemukan banyak pengunjung yang kesulitan mengakses aplikasi peduli lindungi.

“Ya memang masih banyak pengunjung yang kesulitan cara aksesnya. Tapi sejauh ini pihak mall selalu sigap membantu,” ujar istri Bupati Sleman periode 2016 – 2021 itu.

Dikatakan, penggunaan aplikasi peduli lindungi yang diterapkan di masing-masing lokasi bertujuan untuk membantu pemerintah dalam melakukan pelacakan guna menghentikan penyebaran Covid-19. Butuh waktu bagi masyarakat untuk bisa mengakses aplikasi tersebut.

Sosialisasi aplikasi peduli lindungi, lanjut Kustini, akan terus dilakukan secara massif. Hal itu, dikarenakan sudah menjadi ketentuan langsung yang diatur oleh pemerintah pusat dalam perpanjangan PPKM Level 4 hingga tanggal 6 September mendatang. “Tentu sosialisasi akan lebih kami gencarkan. Karena ini syarat utama di semua level PPKM,” tegasnya.

Menurut Kustini, terkait penerapan aturan dan mekanisme prokes di dalam Mall, semua tempat telah menerapkan sesuai aturan. Dari hasil pantauan di lapangan juga belum ditemukan adanya pelanggaran. Meskipun demikian tingkat kunjungan rata-rata baru berkisar 19 persen.

“Tentu nanti akan semakin meningkat kalau yang divaksin semakin banyak. Harapan saya perekonomian bisa segera pulih,” tambah Bupati Sleman Kustini.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Pasalnya meskipun telah ada sejumlah pelonggaran, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi poin utama, serta harus selalu dipatuhi dan terapkan di semua tempat dan segala aktifitas. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here