Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsKesiapsiagaan Bencana Perlu Dibangun Sejak Dini

Kesiapsiagaan Bencana Perlu Dibangun Sejak Dini

bernasnews.com – Upaya penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah ataupun instansi/lembaga tertentu. Namun, penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab bersama semua pihak, termasuk masyarakat.

Karena itu, kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak dini. Hal ini dimulai dari lingkungan terkececil yakni keluarga, sekolah dan komunitas-komunitas masyarakat.

Sebab, kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana akan menentukan besar kecilnya dampak dari bencana yang akan diterima dan tentunya akan membantu dalam pengelolaan resiko bencana.

“Masyarakat bukan lagi obyek dalam penanggulangan bencana tapi merupakan subyek. Karena itu, masyarakat bersama pemerintah ikut bertanggungjawab dalam upaya penanggulangan bencana,” kata Prof Sarwidi MSc PhD IP-U, Dewan Pengarah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang juga Guru Besar FTSP UII, pada acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, secara virtual pada Selasa 26 April 2022.

Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang diperingati tiap tanggal 26 April, dibunyikan sirene atau lonceng, kentongan dan sebagainya secara serentak di seluruh Indonesia pada pukul 10.00 WIB. Hal ini untuk mengingatkan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurut Prof Sarwidi, sesuai UU tentang BNPB ada 3 jenis bencana yakni bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Khusus di DIY, ada 2 potensi bencana alam yang bisa terjadi yakni bencana alam letusan/erupsi Gunung Merapi dan gempa bumi.

Selain itu, pada musim hujan ada potensi bencana banjir dan tanah longsor, angin kencang dan sebagainya. Sementara pada musim kemarau ada bencana kekeringan yang berdampak ada krisis air.

Untuk menanggulangi itu semua tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga oleh masyarakat. Karena itu, perlu ada kesadaran masyarakat sejak dini untuk bersama-sama pemerintah agar selalu siap siaga menanggulangi bencana apa pun itu.

Sementara Ketua SPMKB (Simpul Pemberdayaan Masyarakat untuk Ketangguhan Bencana) UII Dr Dwi Handayani mengatakan, peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional sebagai upaya edukasi kepada masyarakat terkait budaya sadar bencana, terutama di daerah rawan bencana di Indonesia.

Karena itu, pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2022 ini, mengusung tema Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana dengan pesan yang dibawa adalah Siap untuk Selamat.

Menurut Prof Sarwidi, BNPB mengajak berbagai pihak termasuk perguruan tinggi untuk turut berpartisipasi aktif pada puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional pada 26 April 2022 pukul 10.00 waktu setempat.

Masyarakat diajak untuk membunyikan alarm peringatan dini seperti sirine, kentongan dan lonceng sebagai tanda mulainya latihan evakuasi mandiri dan segera menuj tempat aman yang terdekat.

Dalam mendukung program pemerintah tersebut, menurut Dwi Handayani, UII melalui SPMKB tidak bergerak sendiri. Beberapa perguruan tinggi yang tergabung dalam jaringan FPT PRB (Front Perguruan Tinggi Pengurangan Resiko Bencana ikut mendukung.

Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional kali ini, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain sosialisasi, edukasi dan kampanye publik/media sosial. Selain itu, peningkatan ketrampilan dan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pengecekan sarana dan prasarana keselamatan, penyusunan dan uji prosedur tetap, kesiapan personil, pengecekan logistik dan peralatan kebencanaan, uji sistem dan alat peringatan din, pengecekan jalur, rambu dan tempat evakuasi serta latihan penyelamatan diri, evakuasi mandiri dan simulasi kebencanaan. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments