Home News Kerentanan Perempuan dan Anak Perempuan jadi Korban Kekerasan Meningkat

Kerentanan Perempuan dan Anak Perempuan jadi Korban Kekerasan Meningkat

166
0
Praktisi media dan literasi Y.B. Margantoro menyerahkan buku “Kumpulan Surat untuk Perempuan” kepada Direktur Rifka Annisa Yogyakarta Defirentia One M saat berkunjung ke Rifka Annisa Woman’s Crisis Center (WCC), Jalan Jambon IV Kompleks Jatimulyo Indah Yogyakarta, Senin (30/8/2021). Foto : Rifka Annisa WCC

BERNASNEWS.COM  – Selama masa pandemi Covid-19, kerentanan perempuan dan anak perempuan menjadi korban kekerasan semakin meningkat. Tekanan ekonomi, pembatasan sosial dan stres membuat risiko kekerasan tidak terhindarkan.

“Pada bulan Januari sampai Juli 2021 telah ada 130 kasus kekerasan perempuan yang kami dampingi. Sebelumnya, sepanjang tahun 2020, Rifka Annisa telah mendampingi sebanyak 314 kasus kekerasan terhadap perempuan,” kata Direktur Rifka Annisa Woman’s Crisis Center (WCC) Defirentia One M ketika menerima kunjungan Pemimpin Lembaga Mitra Mekar Berkarya (MMB) Yogyakarta YB Margantoro di Kantor Rifka Annisa Yogyakarta, Senin (30/8/2021).

(Baca juga: DPK Kota Yogyakarta Berkreasi di Tengah Pandemi)

Menurut One, Rifka Annisa WCC adalah unit layanan sosial di bawah Yayasan Rifka Annisa Sakina. Organisasi ini bergerak di bidang perlindungan serta pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan. Visinya adalah terwujudnyya tatanan masyarakat yang berkeadilan gender tanpa kekerasan terhadap perempuan. Misinya antara lain memberdayakan perempuan korban kekerasan.   

Tahun 2020 adalah saat yang berat bagi semua pihak termasuk bagi mereka yang berada di lini depan dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan korban. Tidak hanya bagi Rifka Annisa, semua lembaga pengada layanan untuk perempuan korban akan sependapat.

(Baca juga: Bersama Mengabadikan Karya Bangsa Indonesia)

“Pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa selama pandemi kerentanan perempuan mengalami kekerasan berbasis gender cenderung meningkat. Demikian pula di Indonesia, seiring dengan penetapan pandemi Covid 19 sebagai darurat bencana nasional sejak tahun 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender lainnya terus terjadi. Bahkan jumlahnya semakin meningkat,” kata mantan Pemimpin Redaksi Rifkamedia ini.

Kunci sukses saling berbagi

Menjawab pertanyaan tentang kunci kesuksesan keluarga, menurut Defirentia One M, antara suami dan isteri harus saling berbagi dan bekerja sama dalam menjalankan perannya dalam keluarga. Biasanya, peran suami adalah mencari nafkah sementara  istri mengurus rumah tangga. Namun pada praktiknya, saat ini banyak pula istri yang bekerja sementara dia juga diharuskan melakukan pekerjaan rumah. 

“Situasi seperti ini rentan menimbulkan konflik dengan pasangan karena istri merasa kelelahan sementara tuntutan kerja yang diberikan kepadanya sangat besa. Perlu disadari bahwa berbagi peran adalah tanggung jawab bersama, sehingga meski terkadang di masyarakat peran suami dan istri seolah-olah kaku atau dibedakan dengan jelas, bukan berarti hal tersebut tidak dapat diubah,” kata Defirentia One M. (YB Margantoro)     

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here