Home News Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Temporer “Bojakrama” dan Pementasan “Bedhaya Mintaraga”

Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Temporer “Bojakrama” dan Pementasan “Bedhaya Mintaraga”

175
0
Perlengkapan minum (tea set) yang terbuat dari perak koleksi Musium Sonobudaya, foto sebatas untuk islustrasi. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Masih dalam rangkaian memperingati 32 Tahun Bertahta dan Ulang Tahun Ke-75 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar kegiatan untuk menandai momentum berdasar perhitungan kalender Masehi.

Berikut kegiatan tersebut, Pameran Temporer dengan tema “Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta, tanggal 2 April – 27 Juni 2021, di Komplek Kedathon Keraton Yogyakarta. Dan pementasan Yasan Dalem Enggal: Bedhaya Mintaraga, Sabtu (10/4/2021), jam 20:00 WIB, disiarkan secara langsung melalui livestreaming, di Channel Youtube Kraton Jogja.

“Dalam pameran Bojakrama, publik akan disuguhkan dengan berbagai koleksi peralatan makanan dan minuman yang digunakan untuk untuk jamuan. Juga informasi mengenai jamuan hingga  aturan protokoler yang menyertainya,” terang KPH Notonegoro selaku Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo, dalam pers rilis, Jumat (2/4/2021).

Dikatakan, tradisi jamuan di Keraton Yogyakarta paska pemerintahan Sri Sultan HB I, tahun 1755-1792, terus berkembang. Puncaknya pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII yang ditandai dengan munculnya istilah rijsttafel, yaitu sajian makan nasi yang dihidangkan secara special.

“Berbagai sajian dalam jamuan tidak terbatas pada kuliner maupun kudapan, tetapi juga protokol yang menyertai. Dahulu, sering diadakan jamuan gaya Eropa, dengan menu ala barat disertai dengan seni pertunjukan di Bangsal Manis ,” ucap KPH Notonegoro.

Setidaknya ada 60 set koleksi yang diperlihatkan dalam Pameran Bojakrama, berupa berbagai koleksi peraltan makan dan minum yang terbuat dari perak, porselin hingga Kristal koleksi Keraton Yogyakarta, yang disertai narasi mengenai perjamuan kenegaraan lengkap dengan ilustrasi dan foto sebagai pelengkap.

Pameran Bojakrama kali ini, lanjut KPH Notonegoro, disertai dengan berbagai acara edukasi, seperti Sudut Kurator yang membahas mengenai koleksi peralatan makan dan mimun Keraton Yogyakarta yang digelar secara daring melalui Zoom.

“Juga ada Virtual Tour, tempat-tempat penting di Keraton Yogyakarta yang pernah dipakai untuk perjamuan, Workshop Minum Teh, serta ada Pentas Musikan Mandalasana yang akan disiarkan melalui kanal Youtube Kraton Jogja,” terangnya.

Pameran peralatan makan dan minum dalam perjamuan bangsawan, foto sebagai ilustrasi berita. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

Sementara pagelaran Bedhaya Mintaraga sangat istimewa karena diilhami dari “Seratan Lenggahing Harjuna” yang ditulis langsung oleh Sri Sultan HB X. Tarian ini akan dipertunjukkan kali pertamanya dalam puncak acara  peringatan Ulang Tahun Ke-75 Sri Sultan HB X, sekaligus kenaikan tahta ke-32 tahun berdasar tahun Masehi, pada tanggal 10 April 2021.

“Nama Mintaraga diambil dari tokoh pewayangan Raden Harjuna saat bertapa. Bedhaya Mintaraga akan dibawakan oleh 9 penari. Penari yang paling tengah memerankan Raden Harjuna dan 8 penari lainnya memerankan istri-istri Raden Harjuna,” papar KPH Notonegoro.

Bedhaya Mintaraga mengisahkan tentang Raden Harjuna bersama 8 istrinya yang melambangkan kekuatan dirinya. Karakter dan sifat yang berbeda-beda dari kedelapan istrinya itu justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi. Busana yang dikenakan juga berbeda dengan bedhaya atau tarian pada umumnya.

Menurut rencana, Bedhaya Mintaraga akan ditarikan oleh 2 kelompok penari. Rakit (kelompok) pertama menari di Kagungan Dalem Bangsal Kencana Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Rakit kedua akan menari di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti. Khusus pementasan rakit pertama tertutup untuk umum. Sementara untuk pementasan rakit kedua dapat disaksikan melaui kanal Youtube Kraton Jogja. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here