Kerak Telor Makanan Khas Betawi, Menambah Keragaman Dunia Kuliner Jogja

    1398
    0
    Kerak Telor makanan khas Betawi kehadirannya ikut mewarnai keragaman dunia kuliner di Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    BERNASNEWS.COM — Jogja memang istimewa banyak yang menyebutnya sebagai Indonesia mini karena warga masyarakat sangat majemuk dan heterogen, tidak hanya aneka suku yang ada namun berdasar bangsa pun juga ada. Tak ayal keberadaan mereka di Yogyakarta, sedikitnya mempengaruhi budaya setempat, terutamanya di bidang bisnis kuliner atau makanan pun menjadi beragam.

    Agustas alias Babe Kumis ketika ikut dalam sebuah event kuliner di Kota Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

    Salah satunya sebut saja kuliner asli dari Betawi yang bernama Kerak Telor kini untuk menikmati makanan khas jaman dulu itu nggak perlu repot-repot harus pergi ke Jakarta, apalagi masih dalam suasana pandemi Covid-19. Untuk mengobati rasa kangen atau bagi yang pingin coba makanan jadulnya si Abang Jampang itu, bisa mampir ke salah satu penjualnya yakni, Kerak Telor “Babe Kumis” yang ada di Jalan Gamelan, Panembahan, Yogyakarta atau tepatnya Sentra Gudeg Mijilan ke selatan menuju ke Alun-alun Kidul (Alkid), buka setiap hari, jam 17:00 – 22:00 WIB.

    Kerak Telor semacam intip bahasa Jawa, terbuat dari adonan telor dan beras ketan, serta bumbu khas yang terbuat dari rempah. Pembuatannya dengan cara dipanggang di atas arang membara, kemudian dalam penyajian atasnya diberi taburan abon, srundeng dan bawang goreng. Kerak Telor enak dinikmati selagi masih hangat, cocok untuk menemani ngopi di sore atau malam hari.

    Tampilan Kerak Telor kuliner khas Betawi sebelum dibungkus dengan cara digulung. (Foto: Istimewa))

    “Saya berjualan Kerak Telor sudah sekitar enam tahun lebih, dengan cara keliling ikut event-event yang ada di Yogyakarta, terutama yang berkaitan dengan event kuliner. Tidak hanya event pameran, event semacam musik yang penting ada keramaian saya selalu buka untuk jualan. Sedang untuk menetap di Jalan Gamelan ini,” terang Babe Kumis, Selasa (30/6/2020).

    Babe Kumis bernama asli Agustar menambahkan, belajar memasak Kerak Telor dari seorang guru orang Betawi asli, ketika ia merantau mencari nafkah hingga terdampar di ibu kota. Bagi bapak dua anak yang asli Padang ini, belajar masak memasak tidak menjadikan persoalan karena sebelumnya juga telah berkutat usaha warung makan nasi Padang sebelum jualan Kerak Telor.

    Agustar Babe Kumis sedang memasak Kerak Telor di tempat mangkalnya, Jalan Gamelan, Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. ( Foto: Istimewai)

    “Saya belajar masak Kerak Telor dari seorang guru orang Betawi asli yang punya usaha jualan Kerak Telor. Untuk mengolah bumbu-bumbu tidak begitu masalah karena sudah biasa memasak masakan Padang, bahan rempah-rempah untuk masak pun hampir serupa. Hanya butuh ketrampilan ketika memanggang Kerak Telor,” ungkap Agustar alias Babe Kumis.

    Harga Kerak Telor terbagi dua macam bergantung bahan telor yang dipilihnya, telor bebek lebih mahal daripada yang berbahan telor ayam. Untuk menjaga kualitas dagangannya bahan-bahan yang dipakai terutama beras ketan dipilih dari produk ketan kualitas prima. “Kerak Telor Babe Kumis tidak memakai bumbu penyedap rasa atau moto dan bahan-bahan pilihan. Harapan saya, semoga ke depan usaha-usaha kuliner tradisional tempo dulu semakin marak, bisa bersaing dengan kuliner kekinian yang hadir dari manca negara,” tutup Agustas si Babe Kumis. (ted)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here