Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanKepala Sekolah Dasar se-Kemantren Jetis Jogja Siap Hidupkan Literasi

Kepala Sekolah Dasar se-Kemantren Jetis Jogja Siap Hidupkan Literasi

bernasnews.com – Para kepala sekolah dasar (SD) se-Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, didukung Pengawas SD Kemantren Jetis dan Kemantren Ngampilan, Yogyakarta siap menghidupkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah masing-masing. Selain itu, mereka juga sepakat membentuk komunitas penulis kepala SD se-Kemantren Jetis sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas diri di bidang literasi agar mengimbas ke warga sekolah masing-masing.

Hal tersebut mengemuka dalam acara Safari Literasi Komunitas Penulis Guru (KPG) Hayam Wuruk 11 Yogyakarta di Aula SD Negeri Bumijo, Jalan Tentara Pelajar 22 Yogyakarta, Senin (14/3/2022). Acara ini dibuka oleh Pengawas SD Kemantren Jetis dan Ngampilan, Yogyakarta Suprapti M.Pd.

Sebelumnya memberikan sambutan Kepala SD Negeri Bumijo Yogyakarta Tri Sumaryanto S.Pd., Ketua KPG Hayam Wuruk 11 Ponija S.Pd dan dipandu Sekretaris KPG Hayam Wuruk 11 Niken Amri Amaniah S.Ag. Narasumber safari literasi ini adalah Pembina KPG Hayam Wuruk 11 Y.B. Margantoro.

SD Negeri Bumijo Yogyakarta yang menjadi tuan rumah safari literasi ini sebelumnya telah menerbitkan buku antara lain SD Negeri Bumijo Jogja Beraksi Berkarya Melalui Literasi (2021) karya Tri Sumaryanto, S.Pd., guru dan karyawan setempat. Guru setempat Ares Brilatin, S.Pd. juga menulis buku bersama tim KPG Hayam Wuruk 11 bertajuk Perjumpaan yang Memotivasi Bangga Jadi Guru (2021).

Harus dikuasai guru

Pengawas SD Kemantren Jetis dan Kemantren Ngampilan Yogyakarta Suprapti, M.Pd. mengemukakan, kompetensi literasi numerasi saat ini menjadi tuntutan kompetensi yang harus dikuasai oleh semua siswa di era merdeka belajar. Sekolah dituntut untuk memiliki program-program yang dapat menguatkan kompetensi tersebut.

Suasana safari literasi KPG Hayam Wuruk 11 di aula SD Negeri Bumijo Yogyakarta, Senin (14/3). (Foto : Istimewa)

Dalam hal meningkatkan kompetensi literasi saat ini sekolah sudah melakukan beberapa upaya seperti membuat program literasi sekolah, memenuhi kebutuhan sarana prasarana literasi, membuat agen-agenda yang dapat mewadahi karya-karya siswa seperti lomba-lomba literasi, penghargaan literasi, melakukan kerjasama dengan pihak stakeholder.

“Di wilayah sekolah dasar se Kemantren Jetis saat ini semangat literasinya tampak mulai menggeliat. Ada beberapa kepala sekolah dan guru yang sudah menghasilkan beberapa buku. Dalam kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) antara kepala sekolah saling memberi semangat dengan workshop menulis dengann peminatan diri sendiri.

Bermula dari motivasi diri kepala sekolah maupun guru yang dengan kesadaran diri untuk mengikuti workshop guna meningkatkan diri masing-masing, saya yakin hal ini akan berimbas pada peningkatan kompetensi literasi siswa-siswanya. Upaya peningkatan kompetensi literasi guru dan kepala sekolah ini perlu difasilitasi dengan membuat komunitas menulis agar kemampuan mereka terasah,” kata Suprapti, M.Pd.  

Menyusun tim literasi

Dalam diskusi kelas safari literasi ini, Kepala SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta Suwarti, S.Pd. mengemukakan, aktivitas perpustakaan sekolahnya semula dalam kondisi mati. Sama sekali tidak ada aktivitas perpustakaan. Hal ini karena keterbatasan ruang, tidak ada ruang perpustkaan. Rak buku hanya diletakkan di lorong-lorong ruang.

“Hal pertama yang saya lakukan adalah menyulap tempat parkir menjadi ruang pustaka. Selanjutnya mengangkat pustakawan yang berlatar belakang pendidikan pustaka. Setelah mencermati kompetensi GTK yang ada, pada kenyataannya banyak diantaranya yang memiliki kompetensi lebih, utamanya adalah semangat berkarya.

Saya mencoba menyusun tim literasi dengan menunjuk satu orang sebagai leader, dan mempersilakan membentuk tim yang seide dan dapat diajak bekerjasama. Hasilnya luar biasa. Dalam waktu singkat tersusunlah progran literasi untuk jangka waktu satu tahun. Realisasi kegiatan sungguh di luar dugaan.

Event pertama yang dilakukan adalah lomba mendesain pojok baca beserta fasilitasnya. Selanjutnya mengajak siswa untuk belajar menulis dalam bentuk buku kecil My Diary. Ada lomba menulis surat untuk ayah bunda, pelatihan menulis untuk guru dengan mendatangkan nara sumber penulis handal dalam proses menjadi buku antologi guru menulis,” kata dia.

Narasumber Y.B. Margantoro mengapresiasi semangat para kepala sekolah dan guru di Kemantren Jetis yang mengikuti safari literasi KPG Hayam Wuruk 11 Yogyakarta ini. Dia berharap, kegiatan ini dibuatkan rencana tindak lanjut (RTL) agar menghasilkan karya konkret dan meningkatkan kecintaan terhadap literasi sekolah.  (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments