Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniKenapa Harus Investasi?

Kenapa Harus Investasi?

bernasnews.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan masyarakat Indonesia harus mencontoh masyarakat negara-negara maju dalam pengelolaan aset. Sebab, masyarakat di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia, lebih fokus untuk bekerja keras namun tidak memaksimalkan aset yang telah dimiliki. Di negara maju itu orangnya bisa santai menikmati, tapi uang dan asetnya bekerja keras dipakai untuk berinvestasi, sehingga dia dapat return tinggi jadi leha-leha.

Kalau di Indonesia dan negara berkembang, orangnya kerja keras tapi asetnya tidur, ditaruh di bawa bantal. Orangnya kerja keras dan tidak dapat banyak. Mindsetnya beda, maka dari itu perlu melakukan literasi pada masyarakat untuk mengubah mindset. Investasi perlu dilakukan karena pertama kebutuhan masa depan yang terus meningkat, kedua banyaknya ketidakpastian dan keterbatasan, ketiga Inflasi yang membuat harga-harga menjadi semakin bertambah mahal.

Untuk ketiga hal tersebut maka kita perlu mengelola aset kita dengan benar agar lebih bernilai dan tumbuh, sehingga dapat mencukupi dalam kehidupan saat ini dan saat yang akan datang dalam pengertian aset tidak stagnan atau bahkan nilainya justru menurun. Sinyal bahwa kita diperintahkan untuk melakukan investasi oleh Tuhan sebenarnya sudah tersirat dalam kitab suci khususnya Al Qur’an yakni pada Surat Yusuf ayat 43, 47, 48, dan 49 yang artinya: Raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering”.

“Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.” (43); Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. (47); Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu siapkan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan. (48); Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras anggur.” (49).

Catatan siklus krisis ekonomi di dunia yang tentu berdampak pada Indonesia terjadi berulang antara 10-20 tahunan, seperti pada tahun 1980an terjadi krisis ekonomi yang diawali dengan jatuhnya harga minyak, pada masa itu 80persen pendapatan Indonesia berasal dari minyak sehingga sudah otomatis dampaknya luar biasa. Dengan adanya krisis tersebut berikutnya kebijakan-kebijakan negara banyak
dilakukan perubahan untuk mengembalikan kondisi ekonomi, dan berangsur angsur membaik bahkan sempat mendapat julukan ‘Macan Asia’.

Ketika kondisi ekonomi sedang cukup baik tidak disangka pada tahun 1998 ternyata badai krisis datang kembali yang dimulai dengan menurunnya nilai mata uang rupiah terhadap US dolar. Krisis ini barangkali yang paling memukul masyarakat kita karena aset-aset finansial mayoritas masyarakat nilai dan daya belinya menjadi menurun drastis. Berikutnya terjadi krisis kembali pada tahun 2008, pada tahun itu memang dampaknya tidak terlalu terasa untuk masyarakat Indonesia namun tetap punya pengaruh karena krisis pada tahun itu cukup kuat menghantam Amerika dan kawasan Eropa. Di Indonesia sempat ada penutupan Bank Century. Kemudian
tahun 2019 sampai saat ini terjadi pandemi yang juga berdampak pada krisis ekonomi.

Dari siklus tersebut di atas membuktikan bahwa mimpi raja yang ditakwilkan Nabi Yusuf itu terus terjadi atau berulang, sehingga solusi agar kita bekerja keras (digambarkan dengan bercocok tanam) yang terus berkelanjutan lalu kita diminta efisien dalam berkonsumsi (dalam arti sedikit yang dimakan) tidak menghamburhamburkan hasil, karena dalam solusinya Nabi Yusuf juga minta agar yang lainnya dibiarkan pada tangkainya yang berarti hasilnya diinvestasikan kembali agar terus tumbuh dan berkembang yang pada gilirannya jika terjadi masa sulit (krisis) maka kita akan sangat siap menghadapinya karena perbekalan kita cukup dari hasil investasi.

Pada prinsipnya investasi akan dapat lebih menjamin kehidupan kita dimasa yang akan datang, namun demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain;
1. Menetapkan Tujuan Investasi keuangan, ini merupakan langkah terpenting dalam sebuah perencanaan. Dengan tujuan yang ditetapkan, maka dapat menentukan pilihan alternatif investasi yang sesuai. Dengan tujuan, akan lebih mudah untuk mengalokasikan investasi pada pilihan yang sesuai. Tujuan keuangan harus memenuhi beberapa kriteria atau dapat disingkat dengan SMART yakni kepanjangan dari Specific, Measurable, Attainable, Reality-based, dan Timebound.

2. Toleransi terhadap Risiko, faktor ini sangat mempengaruhi pilihan produk investasi yang akan dipilih, karena terkait langsung dengan tingkat resiko yang dapat diambil. Kebanyakan individu adalah investor yang konsevatif. Mereka cenderung tidak mau mengambil resiko tambahan yang tidak terlalu mereka anggap perlu. Dalam hal ini tingkat resiko yang berani diambil akan sangat berpengaruh dengan keuntungan potensial yang diinginkan. Oleh karena mengukur berapa tingkat toleransi terhadap risiko menjadi sangat penting.

3. Menentukan Pilihan Investasi Yang Sesuai, karena dalam berinvestasi ada mereka yang berhasil tetapi ada juga yang gagal. Ada orang yang berhasil mendapatkan banyak keuntungan dan adapula yang rugi, ada yang sukses pada suatu waktu tetapi gagal diwaktu lainnya, adapula mereka yang sukses dalam jangka panjang.Apapun yang terjadi, semua itu tidak ada hubungannya dengan ‘keberuntungan’. Dan mereka yang sukses dalam berinvestasi tidak mendapatkannya secara kebetulan. Yang membedakan keberhasilan mereka adalah pengetahuan mereka tentang aturan-aturan dasar investasi yang terus ditingkatan dan tetap menjalankannya dengan disiplin dan konsisten, bekerja keras, dan terus belajar dengan sungguh-sungguh.

Salah satu aturan dasar dalam melakukan investasi adalah menyesuaikan investasi dengan kepribadian dan kebutuhan Anda. Suatu hal yang mungkin kelihatannya sangat sederhana, tapi banyak orang yang salah menerapkannya. Ini adalah suatu kunci keberhasilan investasi, dimana tidak ada orang yang dapat bertahan lama menjadi seorang investor yang sukses tanpa hal ini. Selamat berinvestasi, semoga aset anda akan terus bekerja, bergerak, dan terus tumbuh serta berkembang sehingga kelak dikemudian hari anda tidak lagi perlu bekerja keras karena aset anda telah bekerja mencukupi kebutuhan Anda. (Suhartono, SE, M Si, Alumni dan Dosen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments