Saturday, May 21, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniKenangan Bertemu Omicron

Kenangan Bertemu Omicron

bernasnews.com — Penyebaran Virus Covid 19 mulai terkendali, bersamaan dengan gencarnya pemerintah melaksanakan vaksin pertama dan vaksin kedua untuk guru dan murid, serta masyarakat pada tahun 2021.

Hal tersebut memberikan secercah harapan bahwa Pandemi Covid 19 akan segera berlalu dan pergi dari bumi Indonesia. Ada rasa bahagia saat pemerintah melalui SKB 4 Menteri memberikan instruksi, bahwa daerah yang telah memasuki level 3 dan 4 maka diizinkan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) 50% dari kapasitas kelas.

Murid, guru dan orangtua sangat senang, karena akhirnya guru dan murid dapat bertemu walaupun masih dibatasi 50%. Orangtua juga sudah merasa kesulitan dalam mendampingi putra-putrinya belajar dari rumah.

Pada bulan Januari 2022 turun surat perintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahwa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Kabupaten Sleman boleh melaksanakan PTMT. Pelaksanaan proses pembelajaran dengan PTMT dimulai pukul 07.00 – 10.00 WIB atau maksimal pukul 11.00 WIB. Durasi jam pelajaran juga dikurangi dari waktu standar 40 menit menjadi 30 menit setiap Jam Pelajaran (JPL)-nya.

Saya selaku guru kelas IX merasa senang dan bahagia dapat mendampingi murid-murid belajar untuk menyiapkan ujian kelulusan mereka. Minimal murid kelas IX tahun pelajaran 2021/2022 lebih beruntung, karena dapat melaksanakan kegiatan tatap muka terbatas dan bertemu guru serta teman-temannya dalam proses pembelajaran. Ada kenangan di tahun lalu bahwa murid kelas IX tahun 2021 mereka lulus dengan model full pembelajaran daring, guru dan murid hanya bertemu di dunia maya.
Sekolah berusaha menyiapkan sarana prasarana lengkap dalam mendukung protokol kesehatan, ketika murid berada di sekolah saat PTMT. Semua warga sekolah saling mengingatkan untuk melaksanakan budaya protokol kesehatan yang benar dalam rangka menjaga kesehatan serta meminimalkan penyebaran Covid 19.

Setelah dua minggu kita melaksanakan tatap muka terbatas, semua guru dan tenaga kependidikan telah divaksin Boster. Ternyata efek vaksin ketiga ini membuat kami merasakan demam, pegel, lemas dan pusing. Hal tersebut kita anggap biasa karena efek vaksin ketiga. Tetapi ada salah satu warga sekolah yang memiliki efek vaksin ketiga ini demam yang berlangsung berhari-hari. Setelah melakukan swab dinyatakan positif Covid 19 varian Omicron.
Setelah kita berkoordinasi dengan kepala sekolah, tim gugus covid sekolah dan Puskesmas Ngaglik 2 maka diputuskan untuk tracing yang telah kontak dengan guru yang terpapar Covid 19 varian Omicron. Menurut pihak puskesmas, Omicron lebih cepat penyebarannya.

Di situlah kenangan saya bertemu Omicron, pihak puskesmas dan dinas kesehatan datang ke sekolah untuk melaksanakan Swab PCR. Guru, tenaga kependikan dan murid yang sempat kontak harus melaksanakan Swab PCR. Jumlah peserta Swab PCR ada 226 orang, dan hasilnya ada empat murid yang positif Covid 19 jenis Omicron, sehingga murid harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama dua minggu.

Setelah melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama dua minggu, Alhamdulillah sekarang SMP Negeri 1 Ngaglik, Sleman dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan model shiff dengan pembagian shift 1 sebanyak 50% dan shift 2 sebanyak 50%.

Harapan kita, dengan dilaksanakannya PTMT ini dapat memotivasi semangat belajar murid. Pembentukan karakter dapat efektif dilaksanakan oleh guru, karena menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara tugas guru adalah menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Harapan kita sebagai guru adalah murid-murid dapat merasakan kebahagiaan dalam hidupnya, membuat murid memiliki karakter profil pelajar Pancasila.

Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan kebahagiaan oleh Allah SWT. Aamiin. Teruslah berjuang meraih mimpi dan jadilah pemimpin diri sendiri. (Eni Estuti Sabaryati, S.Ag., M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments