Home Pariwisata Kemenparekraf/ Baparekraf Sosialisasikan CHSE Wisata Pendakian

Kemenparekraf/ Baparekraf Sosialisasikan CHSE Wisata Pendakian

351
0
Suasana acara Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) Wisata Pendakian Gunung di Hotel Laras Asri Resort and SPA Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (28/11/2020). Foto : kiriman Darudyah Susilowati

BERNASNEWS.COM – Dalam masa pandemi Covid-19 para wisatawan minat khusus pendakian tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, tetap menjaga kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan atau Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE)

Selain itu, para wisatawan minat khusus pendakian perlu mencari informasi tentan gunung yang didaki agar tidak tersesat, aman dan selamat sampai tujuan.

Hal itu disampaikan Dr C Dian Janari ST MP CIPM, Dosen Fak Teknik Industri UII, pada acara Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) Wisata Pendakian Gunung di Hotel Laras Asri Resort and SPA Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (28/11/2020).

Acara yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerjsama dengan APGI dan FMI itu diikuti 40 peserta pelaku wisata. Sosialisasi berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu (28-29/11/2020).

Acara Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) Wisata Pendakian Gunung di Hotel Laras Asri Resort and SPA Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (28/11/2020). Foto : kiriman Darudyah Susilowati

Daru Dyah Sulistyorini, salah satu peserta acara sosialisasi, kepada Bernasnews.com mengatakan, pada hari pertama diisi dengan teori dan pada hari kedua atau Minggu (29/11/2020) dilakukan simulasi di Umbul Songgo Salatiga.

Dalam acarayang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Salatiga Falentino tersebut, Dian Janari mengatakana bahwa sosialisasi CHSE sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk melindungi keberlangsungan wisata pendakian gunung dari dampak pandemi Covid-19. Kemudian, meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan para pemangku kepentingan dalam wisata pendakian gunung terhadap resiko penyebaran Covid-19.

Selain itu, untuk mencegah dan meminimalkan potensi penyebaran Covid-19 pada saat berkegiatan pendakian gunung.

Menurut Dian Janari, untuk menjaga keamanan dan keselamatan pendakian, para pendaki perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Para pendaki perlu mengikuti panduan khusus pendakian gunung, beradaptasi dan mencari informasi terus-menerus. Selain itu, sebaiknya menggunakan peralatan sendiri, bukan menyewa/sewa,” kata Dian. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here