Home News Kemenkop UMKM Berupaya Melindungi UMKM

Kemenkop UMKM Berupaya Melindungi UMKM

252
0
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (15/4/2020). Sumber : covid19.go.id

BERNASNEWS.C0M- Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melakukan upaya untuk melindungi UMKM dari tekanan ekonomi sebagai dampak Covid–19. Perlindungan tersebut berbentuk dua skema, yaitu melalui mekanisme ekonomi dan bantuan sosial.

Mekanisme ekonomi ditujukan bagi pelaku usaha yang masih bisa bertahan, sedangkan mekanisme bantuan sosial atau bansos untuk mereka yang terimbas, terutama di sektor mikro dan ultra mikro, seperti mereka yang tidak bisa lagi berjualan.

“Mereka sudah betul-betul harus segera ditolong. Tidak bisa lewat mekanisme ekonomi,” ujar Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (15/4/2020).

Teten mengatakan ada enam program utama yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas terkait program mitigasi dampak Covid-19 terhadap UMKM. Pertama, stimulus relaksasi kredit cicilan dan bunganya selama 6 bulan untuk penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun penerima kredit ultra mikro di bawah Rp 10 juta disalurkan lewat LPDB, PNM, Program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), Mekaar dan lewat ventura serta melalui pegadaian.

Kedua, pemerintah ingin memberikan suntikan pembiayaan baru, kredit baru khususnya ultra mikro dengan menggunakan seluruh penyaluran kredit melalui KUR, yang diperluas lewat berbagai saluran lewat BLU pemerintah, koperasi simpan pinjam, BPR maupun BMT.

Ketiga, penghapusan pajak untuk UMKM selama enam bulan. Selanjutnya kementerian akan memberikan perluasan bansos bagi ultra mikro yang memang tidak bisa lagi berusaha. “Kita masukkan, kita usulkan di dalam program bansos, yang akan diperluas, termasuk juga kartu prakerja,” uja Teten seperti dikutip dari laman covid19.go.id.

Di samping itu, program lain yaitu menyasar stimulus daya beli produk UMKM serta program integrase pelaksanaan bansos, kartu sembako murah dengan pelibatan warung-warung tradisional.

Pada kesempatan itu, Teten juga menyampaikan mengenai katalog produk UMKM, seperti alat pelindung diri. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Daruma yang memiliki sertifikat untuk mengontrol kualitas sekaligus mencari pasarnya.

Menghadapi dampak ekonomi yang dipicu Covid-19, Teten menyampaikan bahwa UMKM ini sebagai penyangga ekonomi di saat krisis. “Pemerintah berkomitmen untuk membantu keberlanjutan UMKM untuk terus berproduksi,” kata Teten seperti dikutip Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, dalam laman tersebut. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here