Home Ekonomi Kemenkop Gelar Pelatihan Manajemen Perkoperasian Bagi Koperasi Perhutanan Sosial

Kemenkop Gelar Pelatihan Manajemen Perkoperasian Bagi Koperasi Perhutanan Sosial

435
0
Kementerian Koperasi dan UKM, Deputi Bidang Pengembangan SDM, yang diwakili Asisten Deputi Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian, menyelenggarakan pelatihan manajemen perkoperasian bagi koperasi perhutanan sosial di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Kementerian Koperasi dan UKM, Deputi Bidang Pengembangan SDM, yang diwakili Asisten Deputi Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian, menyelenggarakan pelatihan manajemen perkoperasian bagi koperasi perhutanan sosial di Kabupaten Pati, tanggal 5-7 Agustus 2020, bertempat di Hotel New Merdeka, Jalan Diponegoro, Pati, Jawa Tengah.

Prakoso Wibowo, SE, MSi, selaku Kasubid Kerjasama Kualitas Media Diklat Perkoperasian Kemenkop RI (kiri) dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Pati, Wahyu Setyowati (kanan) foto bersama dua peserta pelatihan usai menyerahkan godybag. (Foto: Istimewa)

Kementerian Koperasi dan UKM saat ini sedang memperkuat koperasi dalam perekonomian nasional melalui salah satunya pengembangan koperasi pangan melalui optimalisasi perhutanan sosial. Oleh sebab itu pelatihan ini ditujukan bagi penerima manfaat kawasan perhutanan sosial di Kabupaten Pati dan sekitarnya.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini peserta mendapatkan pemahaman serta pengetahuan tentang koperasi semakin baik dan juga mampu menyelesaikan permasalahan koperasi sehingga dapat mengembangkan koperasi yang berdaya saing dan unggul,” ungkap Prakoso Adi Wibowo, SE, MSi, selaku Kasubid Kerjasama Kualitas Media Diklat Perkoperasian Kemenkop RI.

Suasana pelatihan manajemen perkoperasian. (Foto: Istimewa)

Menurut Prakoso, koperasi sektor riil atau produktif sebenarnya merupakan sektor yang strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kontributor ketiga terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sehingga mesti diperkuat koperasinya.

Saat ini juga berkoperasi sangatlah penting dan bermanfaat bagi masyarakat. “Karena dengan memiliki kelembagaan seperti koperasi akan lebih mudah dalam mengakses pembiayaan. Contohnya, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPBD) saat ini sudah seratus persen pembiayaannya bagi koperasi,” pungkas Prakoso. (zbd/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here