Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsKemenag Bakal Bentuk LP3KD Kabupaten Sleman, Dorong Sinergi dengan Berbagai Pihak

Kemenag Bakal Bentuk LP3KD Kabupaten Sleman, Dorong Sinergi dengan Berbagai Pihak

bernasnews – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sleman direncanakan akan dibentuk. Ini menjadi bentuk tindak lanjut kunjungan Pengurus LP3K Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sebagai salah satu kegiatan umat Katolik yang diharapkan bisa menjadi dukungan bagi terjaganya seni budaya gerejawi, kegiatan ini perlu didukung oleh seluruh lapisan umat,” ujar Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kabupaten Sleman, CB Ismulyadi, Kamis (19/5/2022).

CB Ismulyadi, Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kabupaten Sleman, saat menyampaikan pengantar dan tahap pembentukan LP3KD Kabupaten Sleman. (Foto: istimewa

Ia mengungkapkan LP3K Kabupaten Sleman akan membentuk pengurus untuk periode 2022-2025. Di DIY sendiri, saat ini baru Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul yang memiliki LP3KD tingkat kabupaten.

“Kabupaten Sleman merupakan wilayah gerejani yang unik karena di dalamnya terdapat dua kevikepan, yaitu Kevikepan Yogyakarta Barat (11 dari 20 paroki) dan Kevikepan Yogyakarta Timur (7 dari 21 paroki),” ujar Thomas Rasul Mujiana, selaku Ketua 2 LP3KD Kabupaten Sleman.

Ia menyebutkan bahwa ini juga jadi upaya untuk persiapkan kontingen untuk dikirim ke Pesparani II di Kupang pada Oktober 2022. Harapannya kelima kabupaten/kota di DIY bisa berperan dengan kirimkan utusan untuk ikuti lomba yang akan diadakan.

Ia menjelaskan bahwa Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Nasional (LP3KN) adalah lembaga yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Lembaga tersebut memiliki visi terwujudnya aktivitas menggereja, seni budaya Gerejawi yang hidup dalam kehidupan menggereja, bermasyarakat, dan bernegara,” ujarnya.

TThomas Rasul Mujiana, Ketua 2 LP3KDD Kabupaten Sleman saat menjelaskan tentang LP3KN dan LP3KD. (Foto: istimewa)

Lembaga ini menjalankan misi: menggali, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan seni budaya gerejani beserta kandungan nilai-nilai spiritualitasnya dalam perpaduan dengan kekayaan seni budaya lokal, sebagai bagian dari kekayaan iman yang perlu terus diwarisi dan dikembangkan Gereja; Menggiatkan partisipasi umat dalam menyemarakkan seni budaya dan liturgi Gereja yang bertumpu pada warisan tradisi budaya gerejani dan music Liturgi dan pengembangan Liturgi yang bersifat inkulturatif; Menggiatkan kecintaan umat terhadap Kitab Suci dan Tradisi Gereja dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran resmi sebagai penuntun hidup; dan Meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat dengan kesadaran baru akan pentingnya mewujudkan kehidupan bersama yang sungguh-sungguh sebagai bentuk liturgi yang hidup bagi kemuliaan Allah dan sebagai pemenuhan tanggung jawab kerasulan Gereja dalam kehidupan bermasyarakat.

Visi dan misi ini diturunkan pula sebagai visi dan misi LP3K di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai perwujudan Peraturan Menteri Agama RI nomor 35 tahun 2016 tentang Pesparani (Pesta Paduan Suara Rohani Katolik). Hingga saat ini di seluruh Indonesia telah terbentuk LP3KD provinsi dan di tingkat kabupaten meskipun belum merata

Sebagai bagian dari LP3K DIY, nantinya LP3KD Kabupaten Sleman juga diharapkan bersinergi dengan Pemerintah (Bimas Katolik Kemenag Kabupaten Sleman) dan Gereja lokal (Kevikepan Yogyakarta Barat dan Timur) dalam menjalankan program kegiatan. Dalam pertemuan tersebut berhasil disusun rencana kepengurusan LP3KD Kabupaten Sleman yang akan bertugas selama tiga tahun ke depan.

“Saat ini kepengurusan dalam proses dikonsultasikan kepada pihak-pihak terkait sebelum nantinya akan ditetapkan dan disahkan,” tuturnya.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments